WHO Sebut Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Berat

- Kamis, 14 Januari 2021 | 20:14 WIB
Pakar senior Program Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengingatkan Eropa untuk mengambil tindakan tegas dalam menghentikan transmisi Covid-19 (Republika)
Pakar senior Program Darurat Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengingatkan Eropa untuk mengambil tindakan tegas dalam menghentikan transmisi Covid-19 (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tahun kedua pandemi Covid-19 bisa saja lebih sulit daripada tahun pertama. Penilaian ini muncul saat virus corona baru menyebar, terutama di belahan bumi utara ketika varian yang lebih menular beredar.

“Kami akan memasuki tahun kedua ini, bahkan bisa lebih sulit mengingat dinamika transmisi dan beberapa masalah yang kami lihat,” kata pejabat tinggi darurat WHO, Mike Ryan, dalam sebuah acara di media sosial, Rabu (12/1/2021).

AYO BACA : Polisi Sebut Raffi Ahmad dan Ahok Pesta di Lokasi Ilegal

WHO dalam pembaruan epidemiologi terbaru yang dikeluarkan, mengatakan setelah dua minggu, lebih sedikit kasus yang dilaporkan. Sekitar lima juta kasus baru dilaporkan minggu lalu, kemungkinan akibat dari melemahnya pertahanan selama musim liburan ketika orang dan virus datang bersama.

Jumlah kematian di seluruh dunia mendekati 2 juta orang sejak pandemi dimulai, dengan 91,5 juta orang terinfeksi.

AYO BACA : Viral Transkrip Percakapan Pilot dan Co-Pilot Sriwijaya Air, Kemenkominfo: Hoaks

“Pastinya di belahan bumi utara, khususnya di Eropa dan Amerika Utara, kami telah melihat badai musim yang sempurna seperti itu, musim dingin, orang-orang masuk ke dalam, pertemuan-pertemuan sosial yang meningkat dan kombinasi faktor-faktor lain, telah mendorong peningkatan penularan," kata Ryan.

"Setelah liburan, di beberapa negara situasinya akan menjadi jauh lebih buruk," ujar Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. 

Negara Eropa telah mencoba menerapkan peraturan lebih ketat untuk pencegahan penyebaran virus. Namun, varian virus yang mudah menyebar yang pertama kali ditemukan di Inggris terus meluas ke banyak negara.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB
X