Surat dari Buruh Jabar Bakal Disampaikan Besok kepada Presiden

- Kamis, 8 Oktober 2020 | 16:56 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui massa aksi yang melakukan demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di depan Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). Dalam kesempatan tersebut ia melakukan audiensi dengan perwakilan buruh guna menampung aspirasi mereka.

Hasil audiensi yang dilakukan dengan 10 orang perwakilan serikat buruh tersebut disampaikan Emil, sapaan Ridwan Kamil di tengah lautan massa aksi. Didampingi Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto, ia menyampaikan sejumlah poin yang dijadikan tuntutan.

"Tuntutannya ada dua, pertama menolak dengan tegas UU Omnibus Law. Kedua meminta presiden untuk mengeluarkan Perppu pengganti UU ini," ungkap Emil.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah membuat dan menandatangani surat pengantar yang akan dilampiri dengan tuntutan buruh tersebut. Surat akan dikirim kepada DPR RI dan Presiden RI Joko Widodo.

"Surat tadi sudah ditandatangani dan besok dua surat tadi akan dikirimkan pada yang berkepentingan. Mudah-mudahan dibaca dan jadi masukan dari rakyat dan buruh Jabar terkait UU yang menurut buruh banyak merugikan ini," ungkapnya.

Emil juga mengunggah tuntutan buruh yang ditampung dari hasil audiensi tersebut di akun media sosial Instagram dan Twitter resminya. Melalui akun Twitternya, @ridwankamil, ia menyatakan telah menampung dua poin tuntutan buruh siang ini :

1. Pemprov Jabar menerima perwakilan buruh yang menyampaikan keberatan atas pasal-pasal di kluster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang dianggap merugikan buruh.

2. Pemprov Jabar hari ini mengirimkan surat dengan lampiran aspirasi dari Buruh Jawa Barat yang isinya menolak UU Omnibus Law dan meminta Bapak Presiden menandatangani Perpu Pengganti UU tersebut.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di akhir audiensi bahwa pihak buruh menyatakan aspirasinya tidak ingin ditunggangi pihak lain. Mereka disebut tidak mau bertanggungjawab terhadap hal-hal yang mengundang kerusuhan.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Terpopuler

X