Ilmuwan Amerika Sebut Covid-19 Pertama Muncul Tahun 2020

- Jumat, 21 Agustus 2020 | 16:39 WIB
Ilustrasi. (Freepik)
Ilustrasi. (Freepik)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Dua orang ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) dari Bioscience Resource Project di Ithaca New York mengungkap hasil penelitiannya terkait asal mula kemunculan Covid-19. Mereka adalah Jonathan Latham yang merupakan ahli virologi dan Allison Wilson ahli biologi.

Temuan mereka berawal dari penelusuran usai menerjemahkan tesis dengan tebal 66 halaman milik seorang dokter medis di Cina. Tesis tersebut berisi tentang penelitian dari hasil perawatan para penambang Cina yang terserang penyakit misterius sejenis pneumonia setelah membuang kotoran kelelawar.

Sample dari penyakit aneh para penambang itu lalu dikirim ke Institut Virologi Wuhan untuk dilakukan pengujian dan penyelidikan lebih lanjut. "Bukti yang ada di tesis itu telah membuat kami mempertimbangkan kembali terhadap semua yang kami pikir tentang asal mula pandemi Covid-19," tulis Latham dan Wilson dalam sebuah artikel yang diterbitkan 15 Juli di situs web mereka, ‘Independent Science News’

Dilansir dari New York Post, Latham mengatakan bahwa virus Corona hampir pasti ‘bocor’dari Institut Virologi Wuhan. Kedua ilmuwan mulai menceritakan asal mula penelitian mereka.

Pada April 2012, enam penambang di Tambang Mojiang di provinsi Yunnan, Cina barat daya, jatuh sakit setelah lebih dari 14 hari sibuk membuang kotoran kelelawar. Tiga orang dari mereka dinyatakan meninggal.

Dalam tesisnya, dokter Li Xu, yang merawat para penambang, menggambarkan bagaimana para penambang mengalami demam tinggi, batuk kering, tubuh sakit, dan dalam beberapa kasus, mengalami sakit kepala.

“Semua gejala itu, sekarang berkaitan dengan Covid-19, kata Latham dan Wilson.

Lalu, dokter Li Xu juga sempat mengobati mereka dengan bantuan ventilator (alat nafas) dan berbagai obat, termasuk steroid dan antibiotik lain. Cara-cara itu, juga persis yang sedang dilakukan untuk menangani pasien Covid-19 di seluruh dunia.

Setelah melakukan beberapa tes untuk penyakit hepatitis, demam berdarah, bahkan HIV, dokter Li Xu berkonsultasi dengan berbagai spesialis di seluruh Cina, termasuk ahli virologi, Zhong Nanshan, yang juga seorang pahlawan internasional dalam menangani wabah SARS pada tahun 2003. Zhong juga dianggap sebagai ilmuwan terhebat di Cina.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Manajemen Umumkan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 21

Kamis, 23 September 2021 | 13:43 WIB

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Terpopuler

X