Parah, AS Laporkan 2.600 Kasus Covid-19 dalam Sejam

- Jumat, 24 Juli 2020 | 15:09 WIB
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5/2020), menyoal isu rasial terkait dugaan pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun, oleh polisi. Demonstrasi itu berlangsung bahkan di saat angka pandemi Covid-19 mengkhawatirkan. [AFP]
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Kamis (28/5/2020), menyoal isu rasial terkait dugaan pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam berusia 46 tahun, oleh polisi. Demonstrasi itu berlangsung bahkan di saat angka pandemi Covid-19 mengkhawatirkan. [AFP]

WASHINGTON, AYOBOGOR.COM -- Pandemi virus corona tipe baru atau Covid-19 di Amerika Serikat (AS) dari hari ke hari angkanya makin memprihatinkan. Hingga Kamis (23/7) waktu setempat, AS mencatat rekor adanya 2.600 kasus infeksi Covid-19 dalam sejam.

Berdasarkan penghitungan Reuters, kasus infeksi positif Covid-19 di seluruh negara bagian AS menembus angka 4 juta kasus.

Menurut Reuters, AS hanya membutuhkan 98 hari setelah kasus Covid-19 pertamanya terdeteksi pada 21 Januari untuk mencapai satu juta kasus. Hanya butuh 184 hari bagi AS untuk mencapai ambang empat juta kasus. Sebanyak 1 juta kasus terakhir telah ditambahkan selama 16 hari pada tingkat 43 kasus per menit.

Dilansir laman Sputnik, AS juga memiliki tingkat infeksi per kapita tertinggi kedua, setelah Cile, dengan 120 infeksi per 10 ribu orang. Selain itu, AS menempati urutan keenam secara global dalam hal kematian per kapita dengan 4,4 kematian per 10 ribu orang. Angka kematian per kapita AS hanya dilampaui oleh orang-orang dari Inggris, Spanyol, Italia, Cile, dan Prancis.

Data statistik worldometers menunjukkan bahwa jumlah kasus Covid-19 yang tercatat sejauh ini di AS adalah 4.129.405. Sementara 146.665 orang telah meninggal di negara itu karena penyakit tersebut.

Data terbaru oleh worldometers juga menunjukkan bahwa lebih dari 15 juta kasus virus telah dikonfirmasi di seluruh dunia. Sedangkan lebih dari 632 ribu kematian telah terjadi di 213 wilayah dan negara di seluruh dunia.

Dalam jumpa pers pada Selasa lalu, Presiden AS Donald Trump mengubah retorikanya tentang ancaman Covid-19. Dia mendesak orang Amerika untuk mengenakan masker setelah menolak melakukannya sendiri selama berbulan-bulan.

Selain itu, ia mengakui bahwa pandemi akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Pada Senin, presiden juga mencicitkan unggahan foto dirinya mengenakan masker. "Memakai satu masker wajah sebagai (tindakan) "patriotik" ketika Anda tidak bisa menjaga jarak secara sosial," cicitnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Manajemen Umumkan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 21

Kamis, 23 September 2021 | 13:43 WIB

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Terpopuler

X