Tradisi Cucurak Saat Masa Jaga Jarak

- Rabu, 29 April 2020 | 09:28 WIB
Nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang. (Cookpad.com)
Nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang. (Cookpad.com)

Hamparan daun pisang menghijaui teras rumah kediaman seorang warga di kawasan Gunung Putri, Bogor. Orang-orang yang hadir bahu-membahu menyiapkan hidangan khas Sunda untuk disantap bersama. 

Semerbak harum nasi liwet menyeruak saat diletakkan di atas daun pisang yang tergelar bak permadani. Dihiasi dengan lalapan, sambal dan lauk-pauk lainnya menggugah selera orang-orang yang hadir dalam sebuah agenda tradisi yang dinamakan Cucurak. 

Bayangan akan tradisi ini terekam jelas dalam memori karena rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadhan. Sayangnya, tahun ini tradisi berkumpul semacam Cucurak harus ditunda lantaran pembatasan sosial. 

Setiap daerah di Indonesia mempunyai cara unik tersendiri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Di antaranya Aceh dengan tradisi Meugang, Semarang dengan Dugderan, Boyolali dengan Padusan dan masih banyak lagi. Cucurak sendiri merupakan tradisi masyarakat Bumi Pajajaran atau yang akrab di telinga masyarakat dengan sebutan Bogor. 

Cucurak ialah tradisi yang biasa dilakukan dengan cara makan bersama sebelum Ramadhan dalam rangka menyambut bulan suci dengan suka cita. Secara bahasa, cucurak sendiri memiliki arti bersuka cita atau bersenang-senang. Dalam agenda Cucurak, biasanya orang-orang berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi dan bersama keluarga, tetangga, teman sekolah, rekan kerja dan lainnya. 

Selain Cucurak, Bogor juga punya tradisi unik lainnya yakni Ngubek Setu. Tradisi ini pelaksanaanya ialah dengan partisipasi warga yang berbondong-bodong memanen ikan di setu dalam rangka yang sama, yakni menyambut datangnya bulan Ramadhan. Namun, tradisi ini masih kalah populer dengan Cucurak yang hampir sebagian besar masyarakat Bogor pernah berpartisipasi.

Kini Berbeda
Hardiani Ikka adalah seorang mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) asal Bogor yang tiap tahunnya melaksanakan Cucurak. Kegiatan berkumpul dan makan bersama rekan-rekan semasa sekolah merupakan agenda wajibnya sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jauh sebelum adanya larangan berkumpul dalam rangka mewujudkan pembatasan sosial yang kini tengah digalakkan, ia dengan rekan-rekannya sudah berencana akan melaksanakan Cucurak. 

“Sudah ada rencana mau Cucurak sama teman-teman SMA.  Harusnya lima hari sebelum puasa tahun ini, tapi karena kondisinya seperti ini (adanya pandemi Covid-19) rasanya gak memungkinkan,” jelasnya. 

Imbauan pemerintah terkait pembatasan sosial membuat banyak masyarakat enggan keluar rumah apalagi untuk mengikuti kegiatan berkumpul semacam Cucurak. Hardiani mengeluhkan perihal tradisi Cucurak yang tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini. Tradisi yang biasa dijadikan sebagai ajang reuni dengan teman lama semasa sekolah ini rasanya sayang untuk dilewatkan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB
X