Kebijakan Larangan Mudik Harus Dibarengi Karantina Wilayah

- Kamis, 2 April 2020 | 10:45 WIB
Ilustrasi pemudik.
Ilustrasi pemudik.

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Kebijakan pemerintah yang akan melarang masyarakat mudik Lebaran tahun ini, dinilai anggota Komisi IV DPR RI Fauzi H. Amro kurang efektif, bila tidak dibarengi karantina wilayah. 

Upaya Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) perlu didukung. Hanya saja kebijakannya akan parsial dan tidak efektif.

Karatina wilayah atau lockdown, seperti yang diusulkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sangat efektif untuk melarang mobilitas orang untuk keluar wilayah Jakarta.

“Mobil-mobil bus jurusan Jakarta akan dihentikan kecuali angkutan logistik, kesehatan, dan enegi. Tidak ada peluang orang untuk mudik ke kampung halaman, sehingga penyebaran virus corona bisa dikendalikan,” kata Fauzi dalam rilisnya, Rabu (1/4/2020).

Fauzi menyayangkan usulan Anies itu ditolak Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sebagai pelaksana Menteri Perhubungan. Akibat usulan karantina wilayah ditolak, akhirnya banyak orang mudik duluan ke kampung halamannya.

"Pemerintah pusat terkesan lebih mengutamakan kepentingan ekonomi ketimbang menyelamatkan masyarakat di tengah wabah Corona. Pemerintah seharusnya memprioritaskan penyelamatan dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari wabah virus Corona,” nilai Fauzi.

Anggota F-Nasdem DPR RI ini berharap, warga yang sudah mudik duluan tidak menyebarkan virus kepada keluarganya di kampung halaman. Soal kepentingan ekonomi, sambung Fauzi, itu akan membaik dengan sendirinya, bila masyarakat kesehatan masyarakat terjamin. Mengutip pernyataan Presiden Ghana, ekonomi bisa dibangkitkan, tapi orang meninggal tidak bisa dihidupkan kembali.

Sementara itu, kebijakan menggratiskan tarif listrik selama tiga bulan ke depan untuk kelas daya listrik 450 VA dan mendiskon 50 persen yang berdaya 900 VA, merupakan langkah tepat dan konkrit khususnya bagi masyarakat pengguna daya tersebut.

Implementasinya perlu dikawal. Masyarakat tak perlu risau bakal ada darurat sipil, karena negara kita bukan dalam situasi perang. Tapi, sedang menghadapi wabah penyakit.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Manajemen Umumkan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 21

Kamis, 23 September 2021 | 13:43 WIB

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Terpopuler

X