Asosiasi Sepakbola Malaysia Tuding PSSI Tak Mampu Kendalikan Suporter Indonesia

- Sabtu, 7 September 2019 | 09:43 WIB
Suporter Malaysia terkena lemparan bom asap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Antara)
Suporter Malaysia terkena lemparan bom asap di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Antara)

JAKARTA, AYOBOGOR.COMĀ -- Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan bahwa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengingkari janjinya soal keamanan suporter tim nasional Malaysia selama berada di Jakarta untuk menyaksikan skuat kesayangannya berlaga.

"FAM menganggap PSSI, melalui otoritas lokal, tidak bisa mengantisipasi insiden, dengan demikian gagal menepati janji yang telah disampaikan di depan umum," kata Sekretaris Jenderal FAM Stuart Ramalingam dalam keterangan di laman resminya, dikutip di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Pihak berkepentingan di Indonesia, termasuk PSSI, dinilai FAM tidak mampu mengendalikan suporter timnas Indonesia baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang digelar Kamis (5/9/2019) malam.

FAM menegaskan mereka sangat kecewa dengan perlakuan oknum pendukung Indonesia kepada suporter Malaysia.

Dalam pertandingan itu, oknum suporter Indonesia mengintimidasi pendukung timnas Malaysia dengan serangan verbal dan lemparan-lemparan kemasan minuman hingga bom asap. Tindakan itu bahkan membuat laga ditunda selama sekitar 10 menit di babak kedua.

Dan, sebelum laga dimulai, FAM menyebut bahwa sekitar 300 orang pendukung timnas Malaysia yang berada di dalam enam bus tetap mendapatkan gangguan meski sudah diiringi kawalan pihak kepolisian.

Padahal, sudah ada kesepakatan terkait keamanan suporter dalam pertemuan dengan FAM yang berlangsung pada 20 dan 27 Agustus 2019, dimana juga dihadiri petinggi keamanan Malaysia, yaitu Wakil Komandan Pasukan Persekutuan (FRU) ACP Kamarulzaman Maarof.

Sebagai tindak lanjut, FAM pun secara resmi melaporkan kejadian itu kepada FIFA dan AFC.

"Peristiwa tersebut mencemarkan citra sepak bola Indonesia," kata Stuart.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Dituduh Lecehkan Pembantu, Ivan Gunawan Buka Suara

Minggu, 8 Agustus 2021 | 13:16 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB
X