Launching Film "Wadon Ora Didol" Mengulik Perkawinan Anak di Indramayu

- Selasa, 5 Juli 2022 | 10:46 WIB
Poster film Wadon Ora Didol (Istimewa)
Poster film Wadon Ora Didol (Istimewa)

INDRAMAYU, AYOYOGYA.COM-- Perkawinan anak masih menjadi masalah di Indonesia.

Bahkan Indonesia adalah negara ke-2 tingkat ASEAN dan ke-8 dunia dengan jumlah perkawinan anak terbanyak.

Salah satu daerah yang jumlah perkawinan anaknya tinggi adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di Indramayu, perkawinan anak memiliki sejarah panjang dan sudah muncul sejak jaman dulu. Di sejumlah daerah di Indramayu dikenal istilah ‘kawin gantung’.

Semacam perjodohan di masa kini, dimana anak-anak berusia 10 tahun dinikah gantung satu sama lain.

Baca Juga: Film Keramat 2: Caruban Larang Segera Tayang, Intip Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Tradisi yang mendorong banyaknya kasus perkawinan anak di Indramayu juga didorong oleh pandangan bahwa anak perempuan sebagai aset dan kemudian bisa dinikahkan dengan orang kaya untuk mengangkat kehidupan mereka.

Tak heran banyak anak perempuan di usia yang sangat belia dinikahkan (secara paksa) dengan laki-laki pilihan orang tuanya (biasanya dengan status ekonomi lebih baik/kaya) agar bisa mengangkat kesejahteraan keluarga.

Menurut Undang-undang nomor 1 tahun 1974, batas usia perkawinan anak 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Tahun 2017, Undang-undang itu dilakukan uji materi (Judicial Review) ke Mahkamah Konstitusi oleh tiga orang perempuan Rasminah, Endang Wasrinah dan Maryanti.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Riesca Rose Akui Pernah Tinggal di Rumah Sule

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Ini Momen Haru Zul Zivilia Manggung di Lapas

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:00 WIB
X