Proses Pernikahan Adat Jawa, Ini Tahapan Yang Harus Anda Ketahui

- Senin, 23 Mei 2022 | 18:26 WIB
Pernikahan Adat Jawa.
Pernikahan Adat Jawa.

AYOBOGOR.COM - Berencana menikah dalam waktu dekat? Jika Anda calon mempelai pria, dan berencana menikah dengan calon mempelai wanita yang berasal dari suku Jawa yang keluarganya memberikan penghormatan tersendiri pada adat istiadat setempat, maka tidak ada salahnya bila Anda mengetahui proses pernikahan adat Jawa.

Harus dipahami bahwa setiap tahapan dan proses pernikahan adat Jawa memiliki simbol, arti dan makna tersendiri, yang menjadikan setiap tahapan memiliki nilai yang sakral. Mulai dari pemasangan tarub atau tenda dan hiasannya, pemberian seserahan pernikahan hingga pernikahan itu sendiri memiliki nilai dan pesan tersendiri, yang bisa dikatakan memiliki arti mendalam.

Karena alasan itu semua, mengetahui prosesi dan tahapan pernikahan di adat Jawa bisa menjadi pengetahuan tersendiri bagi kedua calon mempelai. Di bawah ini adalah tahapan dan prosesi pernikahan adat Jawa yang bisa Anda ketahui.

1. Prosesi pasang tarub
Pasang tarub menjadi momen pembuka dari segala prosesi pernikahan adat Jawa. Prosesi pasang tarub ini merupakan aktivitas memasang "atap" yang ditempatkan di pagar atau pintu. Seperti dijelaskan sebelumnya, proses ini memiliki arti khusus, yaitu merupakan atap sementara sebagai penanda tuan rumah sedang menggelar acara pernikahan.

Selain pasang tarub, prosesi lainnya yang mengiringi adalah tahapan pasang bleketepe dan tuwuhan. Bleketepe sendiri merupakan hiasan dari anyaman daun kelapa, sementara tuwuhan merupakan hiasan yang berbentuk tumbuh-tumbuhan, yang menggunakan bahan dari pisang raja, kelapa muda, janur dan batang padi. Bentukan tuwuhan ini nantinya akan dipasang di pintu gerbang sebelah kanan dan kiri bersama dengan bleketepe. Dua hiasan ini memiliki harapan terhadap pasangan yang akan menikah nantinya bisa mendapatkan keturunan yang sehat, memiliki pemikiran dan budi pekerti yang baik, memiliki kecukupan dalam hal ekonomi dan selalu berbahagia.

2. Prosesi sungkeman
Proses dan tahap pernikahan dilanjutkan dengan sungkeman, atau bentuk penghormatan pada calon mempelai pria dan wanita kepada orang tua dan sesepuh untuk masa depan yang akan mereka jalani bersama. Selain itu, prosesi sungkeman juga menjadi momentum di mana calon mempelai meminta maaf sekaligus meminta izin dan restu untuk melangkah ke tahap baru dalam kehidupan mereka.

3. Prosesi ritual siraman
Biasanya, calon mempelai wanita dan calon mempelai pria menjalani prosesi ritual siraman sebelum masuk ke tahap acara puncak. Ritual siraman biasanya dilakukan oleh orang tua dari setiap mempelai di tempat yang berbeda, yang dilanjutkan dengan kerabat dekat seperti orang tua bapak dan ibu, saudara-saudara kandung bapak dan ibu, serta orang yang dituakan oleh keluarga.

Ritual siraman sendiri biasanya dilakukan oleh tujuh orang yang sudah menikah. Ritual ini memiliki maksud dan tujuan sebagai bentuk penyucian diri dan membersihkan diri sebelum melakukan upacara penting, sekaligus meminta berkah dan doa kepada orang-orang yang dihormati.

4. Prosesi dodol dawet
Prosesi dodol dawet dilakukan oleh orang tua calon mempelai wanita. Ibu dari calon mempelai wanita, sambil dipayungi suaminya, akan berjualan dawet, di mana para pembeli akan membeli dawet dengan uang kreweng yang dibuat dari tanah liat. Proses ini memiliki makna bahwa orang tua menunjukkan kebulatan tekad dan niat untuk menikahkan anaknya, sekaligus mengajarkan kepada calon mempelai untuk bersiap mencari nafkah dan saling memberikan bantuan lahir batin setelah menikah nanti.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X