Minta Presiden Sikapi Keputusan MK Soal Omnibus Law, Aliansi Buruh dan Mahasiswa Siap Gelar Aksi di Istana

- Sabtu, 27 November 2021 | 19:04 WIB
Salah satu aksi Gebrak di Istana Merdeka, Jakarta. (Twitter BPBD DKI Jakarta)
Salah satu aksi Gebrak di Istana Merdeka, Jakarta. (Twitter BPBD DKI Jakarta)

JAKARTA,AYOBOGOR.COM-- Keputusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang memutuskan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau yang dikenal sebagai UU Omnibus Law tidak sesuai konstitusi atau inkonstitusional bersyarat menimbulkan pergolakan tersendiri di kalangan masyarakat.

Salah satunya dari kalangan buruh. Bahkan, kelompok buruh yang menamakan diri Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) bersama elemen mahasiswa akan melakukan unjuk rasa besar-besaran di Istana Negara pada Senin, 29 November 2021 mendatang.

Kedatangan mereka ke Istana negara tak lain adalah untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mendengarkan aspirasi dari para buruh dan mahasiswa terkait putusan MK mengenai UU Omnibus Law.

Baca Juga: Hanya 10 Menit Urusan Kelar, Bima Arya Apresiasi Layanan Drive Thru Adminduk Kota Bogor

“Kami mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengambil sikap atas putusan MK yang menyatakan Undang-undang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat,” ujar Ketua Perwakilan Komite Buruh Indonesia (PKBI), salah satu unsur Gebrak, Andi Panca.

Selain itu, para peserta aksi nantinya juga akan mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang kenaikan upah 2022.

“Setelah adanya putusan MK ini banyak rekan buruh yang ingin menggelar aksi, karena itu kami dari Gebrak memulainya dan mengajak teman-teman seperjuangan lainnya untuk ikut bergabung,” ujarnya.

Baca Juga: Bank Indonesia Luncurkan BI Fast Payment, Transaksi Cepat Cukup 25 Detik

Seruan serupa juga didengungkan para mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi Dewan Nasional (LMND-DN). Mereka menyerukan ajakan demo di Istana Negara terkait UU Omnibus Law yang inkonstitusional.

Menurut Aldi, perwakilan LMND-DN masalah UU Cipta Kerja bukan hanya urusan para buruh melainkan juga mahasiswa.

“Karena dampak yang terjadi jika upah buruh tidak dinaikkan, juga akan berimbas ke para mahasiswa di masa depan yang akan memasuki dunia kerja dan industri,” ujarnya.

Pihak Gebrak dan LMND-DN berharap dengan adanya aksi buruh dan mahasiswa pada 29 November nanti, Presiden Jokowi akan mendengarkan tuntutan dengan jelas dan berpihak kepada buruh.***

 

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X