Bantuan Sosial Tunai (BST) Mei & Juni Cair: Dikucurkan 2 Bulan Sekaligus Paling Lambat Pekan Kedua Juli

- Jumat, 2 Juli 2021 | 15:14 WIB
Bantuan Sosial Tunai (BST) Mei & Juni Cair: Dikucurkan 2 Bulan Sekaligus Paling Lambat Pekan Kedua Juli (ilustrasi)/republika.co.id/prayogi
Bantuan Sosial Tunai (BST) Mei & Juni Cair: Dikucurkan 2 Bulan Sekaligus Paling Lambat Pekan Kedua Juli (ilustrasi)/republika.co.id/prayogi

TEBET, AYOBOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjanjikan bantuan sosial tunai (BST) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan dicairkan dua bulan langsung periode Mei dan Juni.

Menko Muhadjir mengatakan mengatakan telah melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran PKH 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) Program Sembako 18,8 juta KPM, dan perpanjangan BST Mei dan Juni.

“Tujuannya adalah untuk menyinkronkan agar bansos bisa disalurkan secepat mungkin dan cakupannya betul-betul tepat sasaran. Yang paling utama agar masyarakat yang paling terdampak, yaitu mereka yang ada di lapisan terbawah bisa terbantu dengan adanya bansos yang akan digulirkan nanti,” tuturnya.

Menko Muhadjir juga menjelaskan tentang waktu pencairan BST periode Mei dan Juni, serta bansos untuk PKH. Menurut catatan Ayobogor, bantuan pemerintah ini disalurkan melalui Kantor Pos.

“Mudah-mudahan paling lambat pada minggu kedua bulan Juli bansos akan bisa disalurkan ke seluruh pelosok Tanah Air kepada keluarga penerima manfaat yang membutuhkan,” ujarnya dalam siaran pers yang didapat Ayobogor.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali mulai 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Kebijakan yang bertujuan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 itu akan diiringi percepatan dan perluasan bantuan sosial (bansos).

Percepatan penyaluran bansos ini juga merupayakan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan kembali di bawah dua digit seperti sebelum pandemi dalam rangka menghadapi Susenas September 2021.

Pada rapat tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkap bahwa pasca perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang baru, realisasi penyaluran bansos Penerima Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), berjumlah 32.953.559 keluarga/jiwa.

Akan tetapi, saat ini terdapat 3.614.355 KPM data di Himbara yang belum bisa disalurkan, antara lain: gagal burekol karena data anomali dan tidak lengkap. Data anomali itu merupakan data yang telah padan Dukcapil namun tidak bisa dilakukan pembukaan rekening di bank karena beberapa hal, seperti nama yang tidak sesuai format dan sebagainya.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

X