2 Orang FPI tak Hadiri Pemeriksaan Polisi soal Kerumunan Megamendung

- Kamis, 26 November 2020 | 10:35 WIB
Polda Jabar memberikan keterangan pers terkait kasus kerumunan Megamendung Kabupaten Bogor. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)
Polda Jabar memberikan keterangan pers terkait kasus kerumunan Megamendung Kabupaten Bogor. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Dalam proses penyelidikan terkait kegiatan di Megamendung yang menciptakan kerumunan, polisi telah memanggil 15 orang namun hanya 12 orang yang hadir untuk dimintai keterangan. 3 Orang yang tidak hadir yaitu Bupati Bogor dan 2 orang dari pihak FPI

 

"Berdasarkan keterangan ahli bahwa Covid ini wabah penyakit menular. Upaya penanggulangannya, berdasarkan Pasal 5 UU No.4 1984 tentang penyakit menular, itu ada beberapa macam, dari mulai penyelidikan epidemiologi, kemudian pencegahan, penyuluhan, isolasi, dan kekarantinaan, hingga penanggulangan lainnya," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi di Polda Jabar, Kamis (27/11/2020).

 

Patoppoi juga menuturkan, tujuan penanggulangan wabah itu supaya mengurangi angka kematian dan membatasi penyebaran. "Berdasarkan keputusan Bupati Bogor, bahwa tanggal 28 Oktober sampai 25 November, Bogor telah menetapkan, bahwa situasinya dalam rangka penanggulangan Covid-19 itu PSBB pra AKB, dalam KepBup (Keputusan Bupati) itu ada aturan-aturan yang harus dipatuhi," katanya.

Menurut aturannya, lanjut Patoppoi, setiap kegiatan telah diatur dan ditetapkan durasi waktu maksimal 3 jam. Penyelenggara kegiatan diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan wajib membuat surat pernyataan kepada Satgas Covid-19.

"Yang pertama itu, kegiatan pondok pesantren diperbolehkan, namun tidak boleh dikunjungi. Kemudian yang kedua, kegiatan seperti pertemuan atau sejenisnya diperbolehkan, namun ada batasan kapasitas, baik didalam maupun di luar. Jadi aturan itu maksimal 50 persen dari kapasitas, atau maksimal 150 orang," tuturnya.

Patoppoi menjelaskan, kegiatan di Megamendung dihadiri sekitar 3.000-an orang. Kegiatan yang digelar itu melebihi durasi waktu yaitu 3 jam.

"Kegiatannya dari jam 9.00 WIB pagi sampai jam 23.00. Dari klarifikasi para saksi, kegiatan itu tidak membuat surat pernyataan kepada Satgas Covid-19 untuk mematuhi prokes. Upaya imbauan oleh Satgas Covid-19 tidak dipatuhi, jadi kegiatan tetap berlangsung. Dalam penyelidikan, kita ditemukan diduga bahwa pemilik ponpes itu adalah HMR, yang didirikan sejak tahun 2012," katanya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Terpopuler

X