Status Penyelidikan 'Kerumunan Megamendung' Naik Jadi Penyidikan

- Kamis, 26 November 2020 | 09:52 WIB
Dokumentasi Dishub Kabupaten Bogor terkait kerumunan di Megamendung. (Ayobandung.com/Husnul Khatimah)
Dokumentasi Dishub Kabupaten Bogor terkait kerumunan di Megamendung. (Ayobandung.com/Husnul Khatimah)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Polisi menaikkan proses penyelidikan terkait kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi penyidikan. Tahapan itu dilakukan karena polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU 4 Tahun 1984 tentang penanggulangan penyakit menular.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi mengatakan, pasal lainnya ialah Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan dan Pasal 216 KUHP. "Diputuskan bahwasannya kegiatan penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan," ujarnya di Polda Jabar, Kamis (26/11/2020).

Kegiatan peletakan batu pertama itu dihadiri pimpinan Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab. Saat itu, massa yang hadir banyak di antaranya tidak mengenakan masker dan terlihat mengabaikan protokol kesehatan.

"Kegiatan penyelidikan, kita sudah minta klarifikasi 15 orang. Dari itu 12 orang hadir, 3 orang tidak hadir. Yang tidak hadir 2 orang tanpa keterangan, 1 orang tidak hadir karena Covid-19. Penyidik juga sudah mengundang ahli epidemiologi, penyidik juga menganalisa CCTV di TKP dan menganalis channel Youtube Front TV, terkait dengan kegiatan di TKP atau di ponpes itu," katanya.

Patoppoi menjelaskan, tujuan penanggulangan wabah agar mengurangi angka kematian dan membatasi penyebaran Virus Covid-19. "Kami juga sudah mempelajari Kepbup AKB di Bogor yang diputuskan oleh Bupati Bogor, dari 28 Oktober sampai 25 November, PSBB yang kemarin. Berdasarkan penyelidikan dan hasil analisa penyelidikan, kami temukan fakta meski tiga orang tidak hadir," jelas Patoppoi.

Nantinya, lanjut Patoppoi, penyidik akan memberi tahu ke kejaksaan mengenai dimulainya penyidikan hingga nanti kegiatan penetapan tersangka. "Tiga orang yang tak hadir ialah penyelenggara kegiatan dari FPI, yakni Ustaz Asep Agus Sofyan dan Habib Muchsin Alatas. Kemudian, Bupati Bogor Ade Yasin yang masih menjalani isolasi setelah dinyatakan positif virus corona. Selain memintai keterangan, polisi juga telah menganalisis CCTV dan memeriksa saksi ahli," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Jabar melakukan pemeriksaan terhadap beberapa perangkat daerah berkaitan dengan acara Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor. Beberapa perangkat daerah dimintai keterangan di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar pada Selasa (24/11/2020).

Kegiatan Habib Rizieq di Megamendung, Kabupaten Bogor, menciptakan kerumunan. Dari foto yang beredar, terlihat massa banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Akibat kegiatan tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya karena dinilai tak mampu menegakkan protokol kesehatan.

Berikut 10 orang yang dimintai keterangan terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan:

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB

Terpopuler

X