Presiden Jokowi Tinjau Kemajuan Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta

- Kamis, 29 Agustus 2019 | 12:10 WIB
Presiden Joko Widodo. (Setkab)
Presiden Joko Widodo. (Setkab)

KULONPROGO, AYOBOGOR.COM -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/8). Pembangunannya terus dikebut dan saat ini sudah mencapai 70 persen.

Presiden Jokowi tiba di Yogyakarta International Airport sekitar pukul 09.45 WIB, didamping Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Setiba di Yogyakarta International Airport, Jokowi disambut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, dan Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi.

Faik Fahmi memaparkan kepada Presiden Jokowi dan rombongan, bahwa Yogyakarta International Airport dapat didarati pesawat besar jenis Boeing 777 dan airbus. Sehingga, penerbangan luar negeri bisa langsung mendarat ke Yogyakarta International Airport tanpa harus transit di Bandara Sukarno-Hatta Tangerang, Banten, atau Denpasar, Bali.

"Pesawat besar dari Cina, Jepang, dan Korea bisa langsung mendarat di Yogyakarta International Airport," kata Faik.

Faik juga memaparkan dampak positif pembangunan BIY/YIA, yakni menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi Kulon Progo dan Yogyakarta secara signifikan. Pada 2018, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo hanya berkisar pada 5,2 persen. Tetapi pada Juni 2019, pertumbuhan ekonomi langsung melesat ke 10,6 persen atau setelah beroperasinya BIY/YIA pada 6 Mei 2019.

Pembangunan BIY/YIA juga menyerap tenaga kerja konstruksi proyek, pada saat awal pembangunan bandara mampu menyerap tenaga kerja 6.800 orang. Bandara ini juga menurunkan pengangguran di Kulon Progo, yang awalnya sebesar 3,7 persen pada 2015, turun menjadi 1,4 persen pada 2018.

Keuntungan pembangunan BIY/YIA lainnya, yakni mendukung pengembangan pariwisata dan potensi daerah lain karena BIY/YIA terletak di posisi yang sangat strategis, yaitu berada di tengah Pulau Jawa.

"Adanya terminal kargo juga dapat mendukung jalur logistik wilayah Jawa, khusus Jawa Tengah dan rencananya dibangun Kargo Village," kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi.

Sejak dioperasikan terbatas pada 6 Mei 2019, jumlah penumpang di BIY/YIA semakin banyak. Pada Mei, jumlah penumpang sebanyak 2.935 orang, Juni sebanyak 27.717 orang, dan Juli sebanyak 27.585 orang.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

CDC AS Kategorikan Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19

Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:02 WIB

Manajemen Umumkan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 21

Kamis, 23 September 2021 | 13:43 WIB

Pentingnya Skrining Pribadi Sebelum Beraktivitas

Sabtu, 4 September 2021 | 15:46 WIB

7 Motor Paling Populer di 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:29 WIB

11 Sumber Vitamin C Alami yang Bagus Hadapi Pandemi

Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:47 WIB

6 Penyebab Rambut Ubanan Padahal Masih Muda

Minggu, 8 Agustus 2021 | 16:58 WIB

Covid-19 Bisa Menular Lewat Makanan? Ini Faktanya

Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:26 WIB

Denny Darko Ramal Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Minggu, 8 Agustus 2021 | 09:54 WIB
X