Kreatif, Warga Bogor Pakai Barang Bekas dan Serabut Kelapa untuk Bercocok Tanam

- Selasa, 8 Desember 2020 | 19:59 WIB
Mumuh Munadji memiliki cara baru untuk bercocok tanam dengan memakai sistem Veltikurtur Babe sistem Dutch Bucket System (DBS).  (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Mumuh Munadji memiliki cara baru untuk bercocok tanam dengan memakai sistem Veltikurtur Babe sistem Dutch Bucket System (DBS). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Mumuh Munadji memiliki cara baru untuk bercocok tanam dengan memakai sistem Veltikurtur Babe sistem Dutch Bucket System (DBS). Cara tersebut sudah ia aplikasikan di halaman pekarangan rumahnya di Gang Gotong Royong, Cilendek, Kota Bogor.

Veltikurtur Babe adalah teknik bercocok tanam hidroponik yang ditekankan pada sirkulasi dan efesiensi penggunaan air. Air nutrisi tersebut dialirkan secara periodik selama waktu tertentu dan diatur sesuai dengan keinginan.

Meski teknik hidroponik ini relatif sederhana, tetapi panen yang dihasilkan sangat memuaskan. Mumuh mengungkapkan, peralatan yang diperlukan untuk membuat Veltikurtur Babe ini merupakan barang bekas yaitu selang, ember, pipa, pompa air, dan wadah plastik bekas cat.

"Jadi, dalam sistem ini nutrisi diberikan secara menetes. Saya coba-coba beberapa kali, ini yang pas. Saya namakan inovasi ini Veltikurtur Babe dengan sistem DBS," ujar Mumuh, Selasa (8/12/2020).

Ia menjelaskan, Veltikurtur Babe ini, tidak menggunakan tanah untuk media tanamnya sebagaimana umumnya bercocok tanam. Sebagai gantinya, ia menggunakan cocopite (serbuk serabut kelapa) yang ditempatkan dalam wadah bekas cat. Wadah itu kemudian diberi empat lubang yang masing-masing lubangnya berukuran 7 sentimeter dengan jarak antar lubang 10 sentimeter. Pada bagian bawah diberi hidroton sama ziolite yang fungsinya menyaring cocopite yang ikut terbawa air nutrisi.

"Untuk wadah yang saya pakai ini, saya buat empat lubang karena kalau terlalu rapat nanti perkembangan akar akan terganggu. Bisa juga dibuat delapan lubang tapi nanti terlalu berdesakan dan perkembangan akar bisa terhambat," katanya.

Untuk jenis tanaman yang bisa ditaman, lanjutnya, bisa tanaman sayur atau buah.

"Di sini saya menanam sayuran selada, bayam merah, samhong dan caisin. Untuk buah, bisa cabai dan tomat juga bisa. Saya juga coba anggur dengan sistem tetes seperti ini. Akelebihan dan kekurangan menggunakan Veltikurtur Babe ini tidak jauh berbeda. Kelebihan Veltikurtur Babe di sini, nutrisi itu tertampung di cocopite dan seandainya listrik mati cocopite masih menampung nutrisi. Jadi, aman untuk tanaman," jelasnya.

Untuk perawatan, sambungnya, cukup perhatikan pada bagian selang karena di situ biasa tersumbat oleh lumut. Untuk membersihkannya bisa pakai lidi agar aliran airnya kembali lancar. Kemudian ketersediaan tandon penyimpan nutrisi diperiksa dan tidak kalah penting bagi orang hidroponik itu mengukur PPM nutrisi sesuai standar.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Catat 6 Destinasi Liburan Ramah Keluarga di Malaysia

Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Bogor Borong 4 Penghargaan di Pekan Kerajinan Jabar

Senin, 28 Oktober 2019 | 09:29 WIB

5 Surga Tersembunyi di Bogor, Patut Dikunjungi

Senin, 23 September 2019 | 17:45 WIB

Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

Kamis, 12 September 2019 | 12:50 WIB
X