Bogor Historia dan Bima Arya Telusuri Jejak Kerajaan Pakuan Pajajaran

- Minggu, 2 Februari 2020 | 16:22 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya menelusuri jejak Kerajaan Pakuan Pajajaran. (Ayobogor.com/Hunsul Khatimah)
Wali Kota Bogor Bima Arya menelusuri jejak Kerajaan Pakuan Pajajaran. (Ayobogor.com/Hunsul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Rencana penataan kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor terus dimatangkan. Berbagai referensi dan masukan dari publik juga ditampung. Terbaru, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama komunitas Bogor Historia melakukan ekspedisi mini dengan mengunjungi situs-situs peninggalan Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Dalam perjalanan yang dimulai dari Balaikota Bogor itu, Bima Arya dan rombongan menggunakan kendaraan roda dua untuk menjangkau titik-titik situs di dua kelurahan, yakni Empang dan Batutulis.

Titik pertama yang dituju adalah Batu Dakon, Kelurahan Empang. Batu yang memiliki cerukan-cerukan seperti papan permainan dakon atau congklak ini merupakan peninggalan masa prasejarah (megalitik). Batu ini disebut biasa digunakan sebagai punden oleh masyarakat. Namun, ada pendapat lain mengenai batu dakon adalah sebagai alat upacara ritual masyarakat pra sejarah.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Kebon Pala, Kelurahan Batutulis untuk menengok Situs Kupa Landak. Situs ini merupakan petilasan salah satu tokoh kepercayaan Prabu Siliwangi.

Tak jauh dari titik tersebut, Bima Arya dan rombongan juga melihat Situs Ranggapati yang merupakan tinggalan masa klasik di Bogor, yang kemudian dilanjutkan melewati masa Islam hingga saat ini. Situs ini terdiri dari tujuh buah batu berbagai bentuk.

AYO BACA : Bogor Matangkan Penataan Kawasan Batutulis

Masih di kawasan Batutulis, tepatnya di dekat Pasar Balekambang, rombongan juga melihat peninggalan Batu Congkrang. Batu tersebut merupakan tinggalan masa pra sejarah dan merupakan saksi kepurbakalaan bahwa ratusan tahun yang lalu di tempat tersebut sudah ada permukiman manusia.

Beberapa situs lain yang dikunjungi Arca Puragalih dan sejumlah peninggalan yang berceceran di rumah-rumah warga. 

“Saya lihat beberapa titik situs yang saya lihat memang kunci utamanya bagaimana kita bisa menggali informasi sebanyak mungkin dan dilakukan kajian sehingga kita bisa memiliki runutan sejarah yang valid,” ungkap Bima Arya, Sabtu (1/2/202).

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Catat 6 Destinasi Liburan Ramah Keluarga di Malaysia

Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Bogor Borong 4 Penghargaan di Pekan Kerajinan Jabar

Senin, 28 Oktober 2019 | 09:29 WIB

5 Surga Tersembunyi di Bogor, Patut Dikunjungi

Senin, 23 September 2019 | 17:45 WIB

Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

Kamis, 12 September 2019 | 12:50 WIB
X