Mengikuti 22 Tahun Perjalanan Komunitas Penyanyi Jalanan Bogor

- Minggu, 19 November 2017 | 19:46 WIB
Salah satu kelompok pengamen mengisi acara ulang tahun Kelompok Penyanyi Jalanan Bogor ke-22 di Lippo Keboen Raya, Minggu (19/11/2017). (Hengky/ayobogor)
Salah satu kelompok pengamen mengisi acara ulang tahun Kelompok Penyanyi Jalanan Bogor ke-22 di Lippo Keboen Raya, Minggu (19/11/2017). (Hengky/ayobogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Komunitas Pengamen Jalanan Bogor memperingati hari jadinya yang ke-22 di Lippo Keboen Raya, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (19/11/2017). Walau telat beberapa hari dari hari jadi resminya yang jatuh pada 14 November lalu, hal tersebut tak mengurangi khidmat suasana perayaan komunitas yang menghimpun berbagai kelompok musisi jalanan ini.

Sejumlah musisi jalanan ikut meramaikan helatan hari jadi ini. Mereka menyanyikan lagu-lagu dari berbagai musikus maupun hasil buah karya mandiri yang berhasil ditelurkan. Silih berganti, para musisi memanjakan kuping tamu dan pengunjung mall, tak terkecuali, Wali Kota Bogor, Bima Arya yang ikut larut dalam perayaan.

Perayaan ultah ke-22 ini disimbolisasikan melalui pemotongan tumpeng oleh wali kota. Bima juga sempat menyumbangkan dua biji lagu dalam kesempatan tersebut. Selain jamming bersama, helatan ini juga diramaikan dengan pameran sejumlah lukisan hasil pekarya jalanan di Bogor.

Perayaan kali ini agak berbeda dengan perayaan-perayaan tahun sebelumnya. Pesta ultah ini sekaligus menjadi momen syukuran bagi KPJ Bogor yang telah secara resmi memperoleh status legal-formal sebagai yayasan di usianya yang menginjak tahun ke-22.

Ketua KPJ Bogor, Rizal Ucok mengharapkan perayaan hari jadi ke-22 ini bisa membawa angin segar terhadap para musisi jalanan agar mereka bisa memperbaiki nasibnya. Ia menginginkan agar kelompok-kelompok binaannya mendapatkan panggung yang laik untuk mempertontonkan kebolehannya.

"Saya pengen ada pembinaan supaya temen-temen yang di jalanan pindah dari jalanan, dari angkot-angkot, dari bis, ke mall-mall, ke kafe-kafe. Mungkin konteksnya supaya lebih layak mereka," kata Rizal.

Awal mula didirikan di Bogor 1995 silam, KPJ terbilang konsisten berkiprah merangkul anak-anak jalanan. Komunitas ini sanggup menjadi wadah bagi para warga jalanan, khususnya anak muda, untuk menyalurkan energi berlebih yang dimilikinya menjadi sebuah karya produktif.

Sampai sejauh ini KPJ kerap memberikan pembinaan sukarela terhadap para kelompok musisi asuhannya. Pembinaan yang dilakukan melingkupi pelatihan teknik bermusik serta pembinaan kerohanian melalui pengajian rutin saban hari Minggu.

Sejak awal berdiri hingga hari ini KPJ Bogor sanggup menghimpun setidaknya 13 kelompok pengamen. Masing-masing kelompok rata-rata beranggotakan 15-25 orang. Tak sedikit pula jebolan hasil pembinaan KPJ yang kemudian bisa merangkak meninggalkan kerasnya kehidupan jalanan. Mereka yang cukup berhasil ini kini mulai mendapatkan panggung di mall dan kafe-kafe.

Halaman:

Editor: Asep DM

Tags

Terkini

Catat 6 Destinasi Liburan Ramah Keluarga di Malaysia

Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Bogor Borong 4 Penghargaan di Pekan Kerajinan Jabar

Senin, 28 Oktober 2019 | 09:29 WIB

5 Surga Tersembunyi di Bogor, Patut Dikunjungi

Senin, 23 September 2019 | 17:45 WIB

Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

Kamis, 12 September 2019 | 12:50 WIB

Terpopuler

X