Lorong Gelap dan Sejarah Jembatan Sempur

- Selasa, 17 Oktober 2017 | 18:26 WIB
Pejalan kaki memasuki Lorong Sempur (Hengki/ayobogor)
Pejalan kaki memasuki Lorong Sempur (Hengki/ayobogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Keberadaan Lorong Sempur yang menyambungkan trotoar pedestrian Kebun Raya Bogor dan Lapangan Sempur sudah menjadi rahasia umum. Tampakan lorong yang gelap dan mirip gua Jepang, menjadi daya tarik tersendiri yang sanggup memikat para pejalan kaki.

Tak jarang salah satu bangunan heritage Kota Bogor ini dijadikan objek foto oleh mereka yang kebetulan lewat. Seperti yang terlihat Selasa (17/9/2017) siang, beberapa orang mengabadikan suasana temaram nan eksotis Lorong Sempur melalui jepretan kamera.

Terowongan ini terletak persis di bagian bawah sisi selatan Jembatan Sempur. Jembatan ini berdiri di atas Sungai Ciliwung dan menghubungkan dua kampung, yakni Babakan dan Pabaton.

Salah satu Pegiat Komunitas Bogor Heritage, Rachmat Iskandar mengatakan Jembatan beserta Lorong Sempur dibangun pada 14 Maret 1922. Konstruksi jembatan dikerjakan de Burgerlijke Openbare Werken (BOW) atau Dinas Pekejaan Umum pada masa kolonial.

Pada masa kolonial Hindia Belanda, Jembatan Sempur yang pertama kali menggunakan struktur bangunan beton di Kota Bogor ini dikenal dengan nama Tjiliwoeng Brug. Jembatan ini melintas Jalan Jalak Harupat yang semula bernama van Limburg Stirum weg.

"Jembatan ini terletak di lokasi yang paling strategis, di kawasan paling istimewa karena berhimpitan dengan Istana Bogor, Kebun Raya dan Kompleks Militer," kata Rachmat.

Lantaran lokasinya yang dekat Istana, kata Rachmat, Jembatan Sempur dibangun dengan struktur dan bentuk yang menawan. Begitu pula tampak eksteriornya menampilkan konstruksi jembatan yang menggunakan dua bentang busur, yang dalam bahasa teknik sipil atau arsitektur disebut bentuk arch.

"Tampilan jembatan itu tampak lebih menarik karena penggunaan batu andesit yang didesain dengan tonjolan batu muka," katanya.

Jembatan Sempur juga disebut sebagai jembatan paling awal yang menggunakan beton. Keberadaan pilar beton di tengah-tengah bagian bawah jembatan juga menjadi saksi sejarah perkembangan teknik konstruksi jembatan pada masa itu.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Catat 6 Destinasi Liburan Ramah Keluarga di Malaysia

Jumat, 20 Agustus 2021 | 13:46 WIB

Bogor Borong 4 Penghargaan di Pekan Kerajinan Jabar

Senin, 28 Oktober 2019 | 09:29 WIB

5 Surga Tersembunyi di Bogor, Patut Dikunjungi

Senin, 23 September 2019 | 17:45 WIB

Saung Jurasep 3, Sajikan Menu Tradisional Berbeda

Kamis, 12 September 2019 | 12:50 WIB

Terpopuler

X