Tampil Nyentrik, Karyawan Pabrik Tahu di Bogor Kenakan Jas hingga Dasi

- Selasa, 15 Desember 2020 | 14:37 WIB
Karyawan pabrik tahu brand Enjoy dan Arjuna tengah memperlihatkan tahu yang diproduksi di pabrik tersebut  di Kampung Kebon Kalapa, Sukaraja, Kabupaten Bogor.  (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Karyawan pabrik tahu brand Enjoy dan Arjuna tengah memperlihatkan tahu yang diproduksi di pabrik tersebut di Kampung Kebon Kalapa, Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

SUKARAJA, AYOBOGOR.COM -- Tampil rapi mengenakan pakaian formal seperti kemeja, jas, dan berdasi, sudah biasa digunakan pegawai perkantoran. Namun, bagaimana bila busana formal tersebut digunakan di tempat yang tidak biasa seperti di tempat usaha pembuatan tahu.

Anda dapat menemukanya di industri pembuatan tahu keju di Kampung Kebon Kalapa, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Dijamin kamu bakal kalah modis dan necis dengan pegawai di tempat ini. Di sini pekerja mengenakan pakaian rapi layaknya pegawai kantoran.

Hikam Abdul Manan (21) pengelola usaha produksi tahu dengan brand Enjoy dan Arjuna ini mengatakan, ide ini, ia cetuskan untuk membangkitkan semangat bekerja dan kepercayaan diri para pegawainya agar termotivasi menjadi pekerja sukses, apalagi para pekerjanya masih muda.

"Karena saya sendiri juga memakai setelan kemeja saat berkeliling menjual tahu. Makanya saya terapkan hal itu ke pekerja yang lain. Kami ingin tampil beda dan punya ciri khas tersendiri. Kan, kelihatannya juga enak, rapih, bersih, apalagi kita produksi makanan. Jadi, kita punya nilai lebih untuk menarik minat pembeli dan meningkatkan penjualan di tengah persaingan yang ketat," ujar Hikam, Selasa (15/12/2020).

Pekerja yang memakai setelan jas kemeja ini ada 4 orang yakni bagian giling, nyetak, penguningan, dan packing. Total pekerja di sini ada 8 orang tapi sebagian ada yang sedang libur. Karena keterbatasan baju dan jas, ini dipakainya seminggu tiga kali. Hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Yang wajib pakai setiap hari hanya bagian marketing saja.

"Kebetulan saya punya sekitar 12 pasang setelan jas dan dasi, itu saya kasih ke mereka masing-masing satu pasang. Makanya dipakainya cuma seminggu tiga kali. Mungkin ke depan bisa setiap hari dipakai kalau sudah nambah lagi jasnya," kata Hikam.

Hikam mengungkapkan, meski baru setahun berjalan dan kemudian terdampak situasi sulit, namun usaha produksi tahu buatannya tetap bertahan dan berjalan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Ia mengakui, dampak yang dirasakan usahanya di tengah pandemi ini, salah satunya kenaikan harga bahan. Meski harga bahan dasar saat ini sedang naik, namun ia tidak menaikkan harga jual tahunya. Hanya dari sisi ukuran tahunya saja yang agak diperkecil.

"Dalam satu hari kita memproduksi tiga kuintal tahu atau 1.000 bungkus per hari. Saat ini, penjualan tahu naik turun karena harga kedelai masih tinggi. Tapi ya, Alhamdulillah kita jalani saja dan kita belum menambah jumlah produksi karena menunggu harga kedelai stabil dulu. Mudah-mudahan awal tahun kita bisa lebih maju," katanya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Performa dan Rencana Strategi bank bjb syariah 2021

Senin, 6 September 2021 | 15:57 WIB

bank bjb Wujudkan Hunian Hijau Lewat bjb KPR Green

Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:30 WIB

Terpopuler

X