UMKM Mesti Adaptasi dengan Dunia Digital di Masa Pandemi

- Senin, 23 November 2020 | 06:58 WIB
Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia T. M. Zakir Machmud. (ist)
Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia T. M. Zakir Machmud. (ist)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Pandemi tidak secara langsung mempercepat proses digitalisasi. Dunia usaha pun tak luput dari ini karena banyak platform digital yang memudahkan pelaku UMKM untuk bertransaksi. Namun begitu, masih banyak pelaku UMKM yang asing memanfaatkan ranah ini.

Faktor seperti kurangnya kemampuan beradaptasi dengan digital hingga keengganan para pelaku UMKM mengubah gaya transaksi mereka, menjadi tantangan besar. Karena itu, baik pemerintah maupun para penyedia aplikasi diharapkan mau terjun langsung merangkul mereka.

“Jadi walaupun kita ngomong digital, tetap harus ada pendampingannya. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, konsultasi. Intinya mereka (UMKM) harus mempersiapkan diri ke sana (digital),” ungkap Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia T. M. Zakir Machmud, dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi’ di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (18/11/2020).

“Pengaruh peer group (lingkungan) itu besar berdasarkan studi yang pernah kami lakukan. Jadi kalau mereka mengadopsi satu teknologi, misalkan pembayaran dengan salah satu merek, mereka pasti akan ngobrol dulu dengan temannya, kalau ke, baru mau,” jelas pakar ekonomi UMKM tersebut sembari menerangkan sulitnya mengenalkan digitalisasi kepada para pelaku UMKM.

Transformasi ke era digital sesungguhnya sangat bermanfaat bagi UMKM terutama di era pandemi ini yang sulit melakukan transaksi langsung ke konsumen maupun supplier.

“Sekarang salah satu cara pakai digital. Dengan dia (UMKM) masuk ke dalam digital, hubungan ke depan (penjualan), marketingnya dengan digital. Begitu juga dengan dia ke belakang, dengan supplier-nya,” ujarnya.

Tak hanya akan membantu UMKM, perubahan teknologi niscaya menciptakan peluang baru yang berdampak pada munculnya lapangan kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau lihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, misalnya ambil contoh revolusi industri (1, 2, 3), sekarang ke empat, itu pasti akan muncul peluang-peluang baru, atau inovasi-inovasi baru yang membuat masyarakat akan better of. Saya optimis itu,” tutup Zakir.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Performa dan Rencana Strategi bank bjb syariah 2021

Senin, 6 September 2021 | 15:57 WIB

bank bjb Wujudkan Hunian Hijau Lewat bjb KPR Green

Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:30 WIB
X