Anggaran Pakaian Dinas Wali Kota Bogor dan Wakilnya Mencapai Rp322 Juta

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:27 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. (Yogi Faisal)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kanan) saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. (Yogi Faisal)

TANAHSAREAL, AYOBOGOR - Anggaran pengadaan pakaian dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor saat ini tengah menjadi sorotan. Bagaimana tidak, untuk pakaian dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan anggaran Rp322 juta.

Pengamat Kebijakan Publik Yus Fitriadi menilai, besarnya anggaran pakaian dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang mencapai Rp322 juta tentunya sesuatu yang aneh. Bahkan cenderung tidak mempunyai empati dan prinsip efisiensi anggaran.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) itu bertanya-tanya, terbuat dari bahan jenis apa hingga pakaian dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor mencapai Rp322 juta.

"Kita bayangkan saja, dalam kondisi negara ini sedang normal saja anggaran baju dinas sebesar itu untuk apa saja. Memang bajunya terbuat dari, memang bajunya semewah apa sampai anggaran baju dinas hampir menyentuh setengah miliar," katanya, kepada ayobogor.com Kamis 12 Agustus 2021.

Yus Fitriadi menilai apa yang dilakukan Pemkot Bogor terbilang terlalu berlebihan. Di mana saat ini semua anggaran pemerintah dialokasikan untuk penanganan Covid-19, ini justru anggaran Rp322 juta diperuntukan untuk baju dinas semata.

"Apa iya Wali Kota Bogor tidak memiliki empati terhadap kondisi kemanusiaan ini. Di tengah masyarakat sedang menjerit dan bersusah payah untuk mempertahankan hidupnya karena berbagai aturan yang membatasi masyarakat untuk mencari nafkah. Sementara Wali Kota Bogor justru menggunakan baju seharga Rp322. Bener-bener tidak mempunyai empati terhadap masyarakat," tegasnya.

Yus Fitriadi berharap Pemkot Bogor memberikan contoh yang baik, terkait etika, empati, efektif dan efisien penggunaan anggaran di masa pandemi Covid-19 ini.

"Tidak hanya sekedar meminta masyarakat untuk prihatin, sementara dirinya sendiri hanya sekedar bajunya saja seharga Rp322 juta. Oleh karena itu akan lebih baik Wali Kota Bogor menolak anggaran baju sebesar itu, dan meminta sewajarnya saja," tutupnya. 

Sementara itu, Bagian Umum Pemkot Bogor dan Sekretariat Daerah Kota Bogor sebagai pemilik pos anggaran enggan bergeming saat dimintai keterangan mengenai anggaran baju dinas Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor yang mencapai Rp322 juta.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X