Penghasilan Merosot Tajam, Pedagang: Kami Rindu Kemacetan di Puncak

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:11 WIB
Penghasilan Merosot Tajam, Pedagang: Kami Rindu Kemacetan di Puncak/ Yogi Igoy
Penghasilan Merosot Tajam, Pedagang: Kami Rindu Kemacetan di Puncak/ Yogi Igoy

CISARUA, AYOBOGOR - PPKM Level 4 membuat nasib pedagang kecil di tengah pandemi Covid-19 kian terpuruk. Penghasilan yang merosot tajam, hingga sepinya pelanggan, menjadi sedikit gambaran pil pahit yang mesti dilalui para pedagang.

Tak hanya pedagang kecil dan kaki lima, hal serupa juga dialami para pedagang yang mengais rezeki di kawasan wisata. Seperti kawasan Puncak, Kabupaten Bogor misalnya.

Hammid salah satu pedagang nasi uduk di Jalan Raya Puncak, KM 85,5, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, selama PSBB, PPKM Darurat hingga PPKM Level 4, penghasilan hariannya terus merosot.

Bahkan penurunan penghasilannya hampir menyentuh 70 persen, jila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. "Kalau dulu dalam satu saya bisa bawa pulang uang sampai Rp450 ribu. Sekarang bawa uang Rp100 ribu aja susah banget," katanya kepada ayobogor.com Kamis 5 Agustus 2021.

Tak hanya itu, pemberlakuan PSBB hingga PPKM Level 4 juga membuat kawasan Puncak Kabupaten Bogor sepi. Kondisi itu tentunya berimbas pada menurunnya penghasilan Hammid.

"Biasanya kalau Puncak ramai itu seneng, banyak yang jajan, banyak yang makan, penghasilan juga Alhamdulillah. Kalau sekarang Puncak sepi begini jadi serba sulit. Penghasilan turun," akunya.

Hammid juga berharap, agar kawasan Puncak Kabupaten Bogor kedepan bisa kembali ramai. Dirinya mengaku lebih baik Puncak diwarnai kemacetan, karena jika macet terjadi di Puncak para pedagang lebih mudah mengais rezeki.

"Kalau macetkan banyak pengendara yang istirahat. Mereka pada makan, minum dan jajan. Kalau sepi begini siapa yang mau beli. Apalagi pedagang pinggir jalan seperti kami sangat bergantung kepada pengendara yang lewat," tutupnya

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X