Gara-gara Proyek Double Track 35 Ribu Warga Kota Bogor Kesulitan Air Bersih

- Senin, 19 Juli 2021 | 09:55 WIB
Gara-gara Proyek Double 35 Ribu Warga Kota Bogor Kesulitan Air Bersih
Gara-gara Proyek Double 35 Ribu Warga Kota Bogor Kesulitan Air Bersih

BOGOR SELATAN, AYOBOGOR - Pembangunan proyek rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi di Kecamatan Bogor Selatan kembali bermasalah. 

Setelah pada awal Juni lalu proyek tersebut juga sempat bermasalah, karena salah satu alat berat di lokasi proyek terguling dan hampir membahayakan warga sekitar. Kini salah satu alat berat yang sedang beroperasi di pembangunan jalur ganda tersebut, mengakibatkan jatuhnya batu dan menghantam saluran air Milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor.

Alhasil, saluran air tersebut mengalami kebocoran yang cukup parah, sehingga mengganggu proses pendistribusian dan pelayanan air bagi masyarakat Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto langsung meninjau kebocoran pipa transmisi air baku 1.000 mm milik Perumda Tirta Pakuan di Gunung Gadung, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, pada Minggu 18 Juli 2021 malam.

Kebocoran di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng itu disebabkan karena adanya material alam yang jatuh menimpa pipa air valve yang berfungsi untuk mengatur debit atau volume air di area proyek pembangunan Double Track KRL Bogor-Sukabumi.

“Saya menerima laporan terjadi kebocoran pipa Perumda Tirta Pakuan yang disebabkan karena ada batu yang jatuh dan kemudian membuat air valve ini patah sehingga terjadi kebocoran. Kami lihat langsung ke lokasi dan langsung dilakukan langkah-langkah oleh tim teknis tim dari Tirta Pakuan,” katanya, Minggu 18 Juli 2021 malam.

Kerusakan ini, lanjut Bima, berdampak terhadap terganggunya pasokan air bersih kepada 35.000 pelanggan di wilayah Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal. 

“Petugas semaksimal mungkin berupaya agar perbaikan selesai dalam waktu satu hari. Ada beberapa tahapan, harus dikosongkan dulu (volume airnya) dan sebagainya. Jadi diperkirakan dini hari ini bisa dikosongkan, lalu mulai dilakukan penggantian air valve karena stok barangnya ada dan pekerjanya juga ada. Besok semoga bisa normal lagi,” jelasnya.

Selain itu, Bima Arya juga meminta kontraktor proyek pembangunan Double Track KRL Bogor-Sukabumi untuk mengevaluasi kegiatan yang sedang berjalan agar tidak terjadi kejadian serupa. 

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X