Ade Yasin Curhat Ke Luhut Binsar Pandjaitan, Soal Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor

- Selasa, 6 Juli 2021 | 12:41 WIB
Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor saat menggelar rapat koordinasi secara daring Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Pemkab Bogor)
Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor saat menggelar rapat koordinasi secara daring Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Pemkab Bogor)

CIBINONG, AYOBOGOR - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya angka keterisian ruangan khusus pasien Covid-19, atau Bed Occupancy Rate (BOR) di 29 sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bogor yang sudah menyentuh angka 90 persen.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin mengatakan, saat ini ketersediaan ruang khusus perawatan pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor hanya menyisakan 40 bed dari 1.821 bed yang ada di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Bed khusus pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan ada 1.821. Untuk ICU ada 142 bed. Tempat tidur yang sudah terpakai sebanyak 1.781 dan ICU 131. Sisa 40 untuk bed biasa dan sisa 11 untuk bed ICU. Jadi saat ini untuk keterisian ruang ICU sudah 92 persen dan tempat tidur sudah 94 persen," katanya, Selasa 6 Juli 2021.

Tak hanya itu, sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Bogor juga ikut mengeluh. Pasalnya, biaya perawatan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan tak kunjung dibayarkan.

Kedua hal tersebut, turut disampaikan Ade Yasin kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, pada Rapat Koordinasi Implementasi PPKM Darurat secara virtual, di Pendopo Bupati, pada Senin 5 Juli 2021 kemarin.

"Saat ini kami terkendala soal ketersediaan obat dan oksigen karena ada keterlambatan di pemasok. Penanganan Covid-19 terkendala bukan karena tidak ada obat-obatan, tapi kesulitan beli obat karena klaim perawatan pasien Covid-19 yang belum dibayar. Kami mohon kebijakan dari pemerintah pusat, karena saat ini sudah ada lebih dari 50 persen klaim yang ditolak karena alasan persyaratan dan lain-lain," keluh Ade Yasin.

Selain menyampaikan dua hal di atas, Ade Yasin yang juga menjabat sebagai Bupati Bogor ini juga terkendala proses vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor. Banyaknya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, membuat targetan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor belum maksimal.

"Kendala lainnya adalah soal percepatan vaksinasi. Dengan jumlah penduduk yang hampir 6 juta jiwa ini, kami targetkan 20 persen atau 1,2 juta warga Kabupaten Bogor bisa menjalani vaksinasi. Tetapi kami baru bisa melaksanakan vaksinasi kepada 441.507 warga Kabupaten Bogor. Ini semua karena tenaga kesehatan kami yang kurang dan banyak juga tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19," tutupnya. 

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X