Pelanggar KTR Di Kota Bogor Didominasi Sopir Angkutan Umum

- Rabu, 9 Juni 2021 | 14:07 WIB
Pemerintah Kota Bogor saat melakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) kepada pelanggar KTR. (Yogi Faisal)
Pemerintah Kota Bogor saat melakukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) kepada pelanggar KTR. (Yogi Faisal)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Sopir angkutan umum, menjadi salah satu kategori penyumbang terbanyak, pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018, tentang perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2009 mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Bogor.

"Pelanggar KTR itu biasanya paling banyak datang dari sopir angkutan umum. Dari dulu ini. Tapi ada juga mereka yang makan sambil ngerokok karena belum tahu," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Rabu 9 Juni 2021.

Bima menjelaskan saat ini Pemkot Bogor memang sedang fokus menggalakkan kembali Perda Nomor 10 Tahun 2018, tentang perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR. Tak heran, jika sosialisasi, pembinaan hingga inspeksi mendadak (Sidak) sedang gencar dilakukan pihaknya.

"Pada sidak hari ini saja ada 17 orang pelanggar KTR. Mereka rata-rata berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Para pelanggar ini kami lakukan sidang tindak pidana ringan, dengan denda Rp50 ribu untuk setiap pelanggar," ucapnya.

Menurutnya, selain sidak pihaknya juga tengah fokus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, soal Perda Nomor 10 Tahun 2018, tentang perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2009 mengenai KTR.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi soal KTR harus terus dilakukan secara berkesinambungan. Mengingat merokok merupakan salah satu kebiasaan masyarakat.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Gakperda) Satpol-PP Kota Bogor Asep Setia Permana mengatakan, sejauh ini tingkat kepatuhan masyarakat soal KTR sudah cukup baik.

"Dari sekian banyak kendaraan yang melintas hanya 20 persen yang kedapatan melanggar, sisanya patuh. Karena mungkin efek dari sosialisasi kita dengan menempel stiker KTR di angkutan umum. Jadi alhamdulillah tingkat kepatuhannya 80 persen," ujarnya.

Selain sopir angkutan umum, pihaknya juga mengaku akan melakukan kegiatan serupa ke sejumlah titik keramaian hingga fasilitas umum. Mulai dari mall, cafe, resto, hingga ruang terbuka hijau seperti taman dan fasilitas umum lainnya.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X