Selama Ramadan Angka Kriminalitas, Peredaran Obat Terlarang, Narkoba, hingga Prostitusi di Bogor Masih Tinggi

- Jumat, 7 Mei 2021 | 13:06 WIB
Iluistrasi/ Yogi Faisal
Iluistrasi/ Yogi Faisal

CIBINONG, AYOBOGOR - Kesucian dan kesakralan ramadan, nampaknya tak menjadi jaminan untuk membuat angka kemaksiatan baik di Kota Bogor maupun di Kabupaten turun. Sebaliknya, angka kemaksiatan tetap saja tinggi meski saat sebagian besar umat Islam tengah melaksanakan ibadah puasa.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun ayobogor.com dari berbagai sumber. Angka kriminalitas, peredaran narkoba, obat terlarang, hingga prostitusi masih kerap kali terjadi di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor selama ramadan tahun ini.

Berikut sederet fakta tentang catatan kriminalitas, peredaran narkoba, obat terlarang, hingga prostitusi yang terjadi wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor selama ramadan tahun ini.

1. Peredaran obat terlarang

Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Eka Chandra mengatakan, sebanyak 1.874 butir obat jenis double G, berhasil diamankan Jajaran Satnarkoba Polres Bogor selama ramadan.

Ribuan butir obat tersebut didapat petugas dari AR (25) yang berstatus sebagai pengedar. 1.874 obat tersebut terdiri dari tiga jenis. Yakni, 994 butir obat jenis heximer, 530 butir trihexpenidyl dan 350 butir obat double G jenis tramadol.

"Pelaku kami tangkap di salah satu ruko di Kampung Umi Asih, Desa Cibeuning, Kecamatan Pamijahan, atas kasus penyalahgunaan obat farmasi," katanya, Selasa 4 Mei 2021 kemarin.

2. Peredaran narkoba

Jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil mengamankan 19 tersangka dari 17 kasus narkoba yang terjadi di Kabupaten Bogor selama dua pekan ramadan.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X