Kuliner Ramadan: Dalam Sehari Omzet Penjual Mie Golosor Capai Rp202 Juta

- Jumat, 16 April 2021 | 17:46 WIB
Pabrik mie golosor milik Eman Sulaeman, di Jalan Aryadilaga, Pancasan Baru, Bogor Barat, Kota Bogor.
Pabrik mie golosor milik Eman Sulaeman, di Jalan Aryadilaga, Pancasan Baru, Bogor Barat, Kota Bogor.

BOGOR BARAT, AYOBOGOR - Bagi sebagian besar warga Bogor, mi golosor sudah menjadi salah satu hidangan wajib yang mesti ada pada saat berbuka puasa. Tak heran, jika permintaan mi golosor di pasaran mengalami kenaikan. 

Eman Sulaeman, salah satu pemilik pabrik mi golosor di Kota Bogor mengaku sempat kewalahan menghadapi permintaan pasar pada tahun ini. Jika pada hari biasa ia hanya memproduksi 3 hingga 5 ton mi golosor perhari, pada ramadan kali ini ia dituntut untuk dapat memproduksi 40 hingga 45 ton mi golosor perhari.

"Kalau hari biasa, produksinya cuma 3 ton perhari. Itu saat covid-19 yah, kalau sebelum covid-19 biasanya dalam satu hari itu sekitar 5 ton. Kalau ramadan kali ini bisa 40 sampai 45 ton perhari," katanya, kepada ayobogor.com Jumat 16 April 2021.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini cukup menjanjikan. Sebab harga jual mi golosor pada 2021 ini mengalami peningkatan. Dari Rp4 ribu perkilogram pada 2020 kemarin, kini menjadi Rp4,500 perkilogram di tahun ini.

Dalam satu hari, lelaki yang sudah menekuni mi golosor sejak tahun 1998 itu, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga ratusan juta. "Kalau satu hari produksi 45 ton, tinggal dikalikan saja Rp4500 perkilogram. Mungkin sekitar Rp202 juta perhari," cetusnya.

Untuk memproduksi 45 ton mi golosor perhari, pabrik yang berlokasi di Jalan Aryadilaga, Pancasan Baru, Bogor Barat, Kota Bogor tersebut, mempekerjakan 9 hingga 14 pekerja. Mereka akan bertugas mulai dari mencampurkan bahan baku mi gelosor hingga membungkus dan mengirimkannya ke sejumlah pasar tradisional.

Pria kelahiran 1971 ini bercerita, jika mi golosor buatannya hampir didistribusikan di seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. "80 persen wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Tapi ada juga yang kami kirim ke pasar tradisional di Cianjur dan Cipanas," tutupnya.

 

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X