137 Kasus Kekerasan Anak dan KDRT Terjadi di Kota Bogor Selama Pandemi

- Rabu, 24 Maret 2021 | 09:37 WIB
Polresta Bogor Kota bersama P2TP2A Kota Bogor, saat mengamankan pelaku tindak kekerasan terhadap anak / Yogi Faisal
Polresta Bogor Kota bersama P2TP2A Kota Bogor, saat mengamankan pelaku tindak kekerasan terhadap anak / Yogi Faisal

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM - 'Kota ramah keluarga', menjadi jargon yang kerap kali digaungkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam kurun waktu beberapa tahun kebelakang ini.

Namun nyatanya, angka kekerasan kepada anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Bogor masih saja terjadi.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor mencatat, selama 2021 ini, sudah ada 25 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Koordinator dan Advokat P2TP2A Kota Bogor, Iit Rahmatin mengatakan, dari 25 kasus yang masuk, 10 diantaranya merupakan kasus rujukan dari kepolisian.

"Kalau pada Maret ini ada tiga kasus yang masuk kepada kami. Dari tiga kasus ini ialah kasus KDRT dan kekerasan seksual," katanya kepada ayobogor.com Rabu (24/3).

Sementara itu, pada 2020 kemarin, terdapat 112 kasus yang masuk dalam daftar laporan P2TP2A Kota Bogor. Dimana, sebagian besar kasus tersebut didominasi oleh KDRT. Terutama saat memasuki masa pandemi covid-19.

Menurutnya, meningkatnya kasus KDRT di tengah pandemi, dikarenakan tingginya intensitas pertemuan. Hal tersebut terjadi lantaran pada saat pandemi covid-19, banyak masyarakat yang beraktivitas di dalam rumah.

"Kan selama masa pandemi semuanya banyak beraktivitas di dalam rumah. Bisa jadi itu yang menjadi penyebab tingginya KDRT selama masa pandemi covid-19 ini," ujarnya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X