Ayah Tiri di Bogor Siksa Tiga Anak dengan Kunci Inggris Hingga Palu

- Selasa, 23 Maret 2021 | 17:37 WIB
Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Arsal Sahban saat memintai keterangan pelaku tindak kekerasan terhadap anak / Yogi Faisal
Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Arsal Sahban saat memintai keterangan pelaku tindak kekerasan terhadap anak / Yogi Faisal

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM - Achmad Febi Donaldi Saputra, pria asal Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, terpaksa harus mendekam di penjara, lantaran melakukan tindak kekerasan kepada tiga dari empat orang anaknya.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arsal Sahban menuturkan, kejadian tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 7 tahun silam. Tepatnya di awal pernikahannya bersama SH sejak 2014 lalu.

Berdasarkan pengakuan istri tersangka, SH, sang suami memang kerap kali melakukan tindak kekerasan kepada sang anak, khusus kepada tiga orang anak tirinya. 

Bahkan, tindak kekerasan tersebut dilakukan hanya karena masalah kecil dan sepele yang dilakukan anak-anaknya.

"Anak nomor dua yang usia 14 tahun pernah dipukul menggunakan kunci inggris di bagian kepala, hanya karena saat menutup pager tidak rapat," katanya kepada awak media, Selasa (23/3).

Berdasarkan pengakuan SH, ketiga anaknya sering dipukuli hingga sekujur tubuh mengalami lebam. Bahkan, mereka juga pernah dipukul menggunakan palu di bagian kaki dan paha hingga tidak bisa jalan beberapa hari.

"Dipukulnya juga tidak hanya pakai tangan kosong saja. Pelaku pernah memukuli menggunakan obeng, palu, golok hingga menggunakan kunci inggris," ujarnya. 

Atas sejumlah tindakan kasar pelaku kepada anak-anaknya, akhirnya SH melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian pada Senin (8/3/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Pelaku dikenakan pasal berlapis, di antaranya Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1), (4) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X