Cerita Bima Arya Terpapar Covid-19 dan Nazar Selamatkan Banyak Nyawa

- Minggu, 6 Desember 2020 | 14:41 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi salah satu narasumber Talkshow Satgas Covid-19 dengan tema Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan. Dalam kesempatannya, ia bercerita saat terpapar Covid-19 dan pernah bernazar ingin menyelamatkan banyak nyawa.

Bima Arya bercerita saat dinyatakan terkonfirmasi positif pada 17 Maret 2020 lalu berdasarkan hasil swab test. Ia langsung ditelepon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun ia mengaku hanya merasa seperti jetlag atau tidak enak badan dan kelelahan usai pulang perjalanan dinas dari Turki.

Kemudian dirinya langsung dibawa ke rumah sakit dan menjalani masa isolasi selama 22 hari. Ia juga mengalami sejumlah gejala seperti layaknya pasien DBD. "Jadi malam itu dibawa ke rumah sakit, mulailah masa berat selama 22 hari di rumah sakit. Gejalanya seperti demam berdarah, lemas pusing mual tetapi plus batuk," ujar Bima, belum lama ini.

Setelah dirinya dinyatakan terpapar corona dan menjadi pasien 001, wilayah Bogor sepi. Hal itu menjadi momentum untuk mengingatkan warga Bogor terkait bahaya nyata dari Covid-19.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan survei kepada warga mengenai pemahaman Covid-19. Survei tersebut bekerjasama dengan tim riset dari Lapor Covid-19 dan Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapore.

Hasilnya, ada 19% masyarakat percaya Covid-19 itu teori konspirasi, 29% tidak percaya, dan 50% masih bimbang antara percaya atau tidak. “Antara percaya dan tidak ini seperti dalam politik itu sering disebut swing voters, tergantung siapa yang ngomongin,” katanya.

Dari survei tersebut juga terungkap bahwa terdapat 4 tokoh utama yang dipercaya masyarakat untuk menyampaikan edukasi terhadap covid-19. Tokoh pertama yakni dokter, kedua tokoh agama, ketiga pejabat negara, dan keempat adalah artis.

Untuk itu, sosialisasi Covid-19 masih harus terus digencarkan terutama di daerah. Ia pun menerapkan 2 strategi dalam sosialisasi bahaya Covid-19 dengan cara ketegasan dan kasih sayang.

“Ada model komunikasi yang harus selalu kita perbaiki. Sampai hari ini saya berkesimpulan kita ini memang harus memadukan antara ketegasan dan kasih sayang. Di Bogor semua didasarkan pada edukasi, kemudian kepatuhan dan law enforcement," sebut wali kota.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Terpopuler

X