Mahasiswa Pendemo Omnibus Law di Bogor Bakal Dites Covid-19

- Jumat, 9 Oktober 2020 | 20:51 WIB
Sejumlah massa mahasiswa yang menolak UU Omnibus Law menggereduk Istana Bogor, Kamis (8/10/2020). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Sejumlah massa mahasiswa yang menolak UU Omnibus Law menggereduk Istana Bogor, Kamis (8/10/2020). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Mengantisipasi potensi penularan Covid-19, Tim Satgas Covid-19 Kota Bogor berencana melakukan swab massal kepada rpara mahasiswa yang melakukan aksi demo penolakan pengesahan Undang-undang Omnibus Law di Istana Kepresidenan Bogor kemarin, Kamis (8/10/2020).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan rencana swab massal ini dilakukan guna melakukan pemetaan dan menekan kemungkinan adanya klaster baru dari aksi demo.

“Itu sedang kita bahas dengan ketua gugus, dengan Bu Sekda. Saya juga khawatir dan prihatin lihat kerumunan gitu. Tadi kita bahas juga gimana antisipasi untuk pencegahan klaster demo, takutnya seperti itu,” ujar Retno kepada Republika ketika ditemui di Kantor Wali Kota Bogor, Jumat (9/10/2020).

Selain itu, Reno mengatakan pihaknya juga merumuskan beberapa alternatif untuk melakukan swab test massal. Salah satunya dengan menyambangi kampus satu per satu. Sebab, di Kota Bogor tidak dilakukan penangkapan terhadap para demonstran seperti di daerah lainnya.

“Karena kalau kita kan tidak nangkap di-swab, yang lainnya kan kota lain kalo saya liat yang ketangkep di-rapid, reaktif. Ini sedang dirumuskan,” tuturnya.

Retno melanjutkan, jumlah ketersediaan alat swab test di Kota Bogor menurutnya masih dalam kategori aman. Bahkan ia juga mengungkapkan akan melakukan pembelian alat swab test, guna memaksimalkan tracing dan pemetaan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

"Persediaan Swab kita masih cukup, dan kalau sudah menipis kita akan gunakan dana BTT. Prioritas kontak erat dan suspek itu 100 persen di-swab," kata Retno.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim, juga mengaku sempat khawatir dengan adanya kemunculan klaster demo di Kota Bogor. Meski demikian, dia meminta jajaran Satgas Covid-19 untuk tetap memperhatikan klaster perkantoran yang saat ini masih menjadi ancaman bagi Kota Bogor.

"Terus terang kita khawatir. Tapi dari data yg kita miliki, resiko penularan tetap dari ruangan tertutup atau AC central," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Terpopuler

X