Swab Massal di Stasiun Bogor, Sasar Penumpang Pulang Kerja dari Jakarta

- Rabu, 8 Juli 2020 | 07:46 WIB
Ilustasri tes swab. (humaspemkabbogor)
Ilustasri tes swab. (humaspemkabbogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor melakukan swab massal di Stasiun Bogor, Selasa (7/7/2020). Pengambilan spesimen yang dilakukan sore hari tersebut untuk menyasar penumpang KRL yang baru saja pulang beraktivitas dari Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan 200 tes swab bagi penumpang KRL dan hasilnya bisa diketahui 3-4 hari ke depan.

Sekitar 20 petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor tampak mengajak penumpang yang baru saja turun dari KRL untuk melakukan tes swab yang disediakan secara gratis oleh Pemkot Bogor. Petugas mengambil sampel secara acak dan menyiapkan 200 alat swab.

“Stasiun ini jadi perhatian utama Pemerintah Kota Bogor saat ini. Dalam keadaan normal (sebelum pandemi), penumpang KRL (dari Bogor) bisa 20.000 - 22.000 orang. Kemarin sudah di angka 17.000, artinya mendekati normal. Karena itu harus ada atensi khusus di sini. Kalau tidak, ini bisa menjadi klaster penularan Covid-19, berbahaya sekali,” ungkap Wali Kota Bogor  Bima Arya. 

Ia menambahkan, sebagian besar penyumbang angka penyebaran kasus positif di Kota Bogor merupakan kasus dari luar kota atau tertularnya bukan di Bogor. 

“Apa yang kita lakukan? Semuanya kita lakukan di sini, yang pertama pengaturan sistem antrean bekerjasama dengan KCI dan PT KAI. Ini sudah cukup tertib,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya terus mengupayakan armada bus karena kepadatan tetap harus diurai. 

“Saya berkomunikasi terus dengan Pemerintah Jakarta bagaimana caranya agar bus ini bertambah. Karena paling tidak sampai akhir tahun, beberapa bulan ke depan ini kita perlu bantuan armada bus ini,” katanya.

Bima mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan untuk penambahan bus. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X