Pemkot Bogor Raup Rp22 Juta dari Pelanggar PSBB

- Selasa, 26 Mei 2020 | 17:46 WIB
ilustrasi petugas menindak pelanggar PSBB. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
ilustrasi petugas menindak pelanggar PSBB. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Satpol PP Kota Bogor telah menindak 1.502 pelanggar dan menyetorkan hasil sanksi administrasi ke kas daerah dari 5 tempat usaha sebesar Rp22 juta sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan 15 April 2020 lalu.

"Total di kami dari PSBB tahap I, II, dan III ada 1.502 pelanggar, di antaranya 819 pelanggar tidak menggunakan masker, berboncengan beda alamat 56 orang," kata Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah di Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2020).

Agus merinci, dari data pemantauan selama PSBB tahap I, ada 22 pelanggar tidak menggunakan masker, 28 tempat usaha melanggar jam operasional, dan 31 lokasi kerumunan yang dibubarkan.

Sedangkan PSBB tahap II, ada 360 pelanggar tidak menggunakan masker, 257 tempat usaha melanggar jam operasional, 24 lokasi kerumunan yang dibubarkan, dan 6 tempat usaha yang disegel.

Kemudian, PSBB tahap III, ada 437 pelanggar tidak menggunakan masker, 213 tempat usaha melanggar jam operasional, 74 lokasi kerumunan yang dibubarkan, 56 orang berboncengan berbeda alamat, dan 5 tempat usaha yang disegel dan membayar sanksi denda ke Kas Daerah sebesar Rp22 juta.

"Kami menerapkan sanksi administrasi di PSBB tahap III dengan total denda Rp22 juta terdiri dari toko baju dan toko sepatu. Penerapan denda ini berlaku sesuai Perwali Nomor 37 Tahun 2020 tentang Juknis pelaksanaan penerapan sanksi pelanggaran PSBB dalam penanganan Covid-19," jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, PSBB tahap I warga lebih patuh. PSBB tahap II disiplin warga mulai menurun, dan tahap III lebih banyak lagi yang tidak disiplin.

"Tapi kami tetap terapkan sanksi yang tegas," katanya.

Mengenai sanksi hingga pencabutan izin usaha bagi toko hingga saat ini kata Agus belum ada. Pasalnya, setelah disegel tokonya pelanggar langsung membayar dendanya ke kas daerah.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

X