Jika Nekat Mudik ke Bogor, Pemudik Wajib Diisolasi 2 Pekan

- Jumat, 22 Mei 2020 | 10:03 WIB
Ruang isolasi bagi pemudik yang nekat pulang ke Bogor. (ayobogor/Husnul Khatimah)
Ruang isolasi bagi pemudik yang nekat pulang ke Bogor. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau dua titik RW Siaga di sejumlah titik di Kota Bogor untuk mengetahui kesiapan wilayah dalam mengantisipasi arus mudik ke Kota Bogor.

Ia mencontohkan di RW 3, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, pemuda setempat secara gotong royong menerapkan RW Siaga dengan sistem piket sebanyak 10 orang per harinya. 

“Mereka punya satu sistem di mana kalau nekat mudik harus mengisi formulir kemudian ada sistem isolasi 14 hari,” kata Bima, Jumat (22/5/2020).

Selain itu, warga di sini bahu membahu menyediakan dapur umum untuk memproduksi makanan siap santap kemudian dibagikan kepada keluarga kurang mampu terdampak Covid-19.

Bima Arya kemudian meluncur ke RW Siaga di RW 08 Komplek Pertanian, Menteng, Bogor Barat. 

“Di sini juga sistemnya bagus, warga menerapkan sistem pintu keluar masuk area satu pintu. Pintu lain ditutup. Bahkan RW 08 ini memiliki ruangan khusus isolasi. Jadi, bagi yang nakal, saudaranya di bawa ke sini harus isolasi di situ (balai RW) selama 14 hari,” kata dia.

Warga juga membangun lumbung pangan, yang dikumpulkan swadaya baik dari warga setempat maupun bantuan dari masyarakat lain untuk kemudian disebarkan kepada warga yang membutuhkan atau terdampak Covid-19.

“Saya meminta agar semua RT dan RW lainnya ikut siaga, mengantisipasi para pemudik yang membandel ini supaya tidak membawa virus masuk ke kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Menteng, Bogor Barat, Zakaria mengatakan, pengetatan tersebut sudah dilakukan sejak pertengahan Maret 2020 untuk melindungi warganya dari penyebaran virus Corona.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X