Harapan Warga Bogor soal PSBB: Harus Ditaati, Aturan Mesti Berjalan

- Kamis, 16 April 2020 | 11:37 WIB
Ilustrasi. (ayobogor/Husnul Khatimah)
Ilustrasi. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Kota dan Kabupaten Bogor sama-sama telah memulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhitung sejak Rabu (15/4/2020). Kebijakan ini berlangsung selama 14 hari dengan opsi perpanjangan bila masih diperlukan. 

Adanya kebijakan yang intinya membatasi pergerakan warga itu diharapkan oleh masyarakat efektif mengusir sebaran Covid-19 sehingga mereka dapat kembali beraktifitas seperti sediakala, tanpa rasa was-was.

"Harapan saya dengan diberlakukannya PSBB ini dapat menekan jumlah korban yang terpapar Covid-19 dan juga memutus mata rantai penyebaran corona karena dengan adanya pandemi tersebut sangat mempengaruhi segala sektor kehidupan manusia. Oleh karena itu, semoga PSBB ini bisa menjadi salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk keluar dari wabah global ini dengan segera," ujar Hilda Septriani, warga Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Alumni Satra Jerman Universitas Padjajaran ini mengaku sebagai warga dia sudah paham soal aturan PSBB. Dia mendapatkannya dari pemberitaan di berbagai media. Sepenuhnya Hilda mendukung penerapan PSBB. 

"Harapan saya sebagai warga Bogor tentu saja program PSBB ini bisa berjalan dengan lancar tanpa mengalami hambatan yang berarti dan juga semua warga dapat turut berkontribusi untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Bogor tersebut," ucap Hilda.

Senada dengan Hilda, Warga asal Bogor Utara, Kota Bogor, Deka Faturrachman berharap aturan PSBB yang sudah diterapkan pemerintah berjalan maksimal. Dia pun mengaku tak akan abai dengan aturan itu supaya virus tidak tersebar pada orang terkasih maupun seluruh warga Bogor. 

"Ya gamau aja penyebaran Covid-19 semakin meluas, apalagi di Bogor. Malah saya setujunya karantina wilayah. Harapan saya bisa diterapin bener-bener tegas ya, hasilnya bisa menurunkan penyebaran Covid. Kadang sedikit rada kesal juga ngeliat beberapa warga masih ada yang abai," kata Deka. 

Deka mengaku dirinya memang tak akan bisa sepenuhnya tetap di rumah sesuai imbauan pemerintah sebab sesuatu yang mendesak seperti memenuhi kebutuhan pokok harus tetap ada. Namun disaat harus bepergian itu dia akan menjalani protokol kesehatan. 

"Kalau ke luar rumah ya saya pasti  ngikutin protokolnya kayak pake masker, gak banyak penumpang di mobil juga. Untuk kebutuhan pokok kayak beras sekarung cukup untuk seminggu, nanti abis beli lagi. Ayam, daging, bisa ke minimarket yang deket rumah aja," kata Deka. 

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X