Melacak Asal Kebun Raya Bogor dari Makna Hutan Samida di Prasasti Batu Tulis

- Kamis, 13 Februari 2020 | 14:26 WIB
Kebun Raya Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Kebun Raya Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH,  AYOBOGOR.COM -- Kebun Raya Bogor Diduga berasal dari kawasan Hutan Samida. Hutan ini disebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran.

Peneliti etnobotani Pusat Penelitian Biologi LIPI, M. Fathi Royyani mengatakan, Samida merupakan hutan buatan yang didirikan oleh Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dan menjadi warisan abad ke-14 dari Kerajaan Pakuan Pajajaran.

“Pendirian Samida ini tercatat dalam prasasti Batu Tulis yang didirikan oleh Surawisesa putra Sri Baduga,” ujar Fathi,  Kamis (13/2/2020).

AYO BACA : Kunjungan Kenegaraan, Keluarga Presiden Singapura Keliling Kebun Raya Bogor

Dikutip dari Sutaarga (1966: 32), dalam prasasti tersebut disebutkan Sri Baduga membuat tanda peringatan gugunungan, mendirikan balai, membuat Samida, dan membuat Sang Hiyang Talaga Rena Mahawijaya.

Beberapa sumber lain menyebutkan, Samida merupakan hutan tertentu yang kayu-kayunya diperuntukkan bagi upacara-upacara persembahan.

“Sumber lain juga menyebutkan keberadaan Samida ditujukan untuk keperluan kelestarian lingkungan dan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka,” jelas Fathi.

AYO BACA : Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

Dia menambahkan, pada masa Kerajaan Pajajaran, pelestarian lingkungan dilakukan dengan cara menanam jenis-jenis yang dianggap penting pada saat itu, yakni untuk memenuhi ritual tradisi.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

X