Ribuan Warga Saksikan Bogor Street Fest CGM di Jalan Suryakencana

- Sabtu, 8 Februari 2020 | 16:04 WIB
Jalan Suryakencana, Kota Bogor, dipadati ribuan warga yang menyaksikan Pesta Rakyat Bogor Street Fest CGM, Sabtu (8/2/2020).
Jalan Suryakencana, Kota Bogor, dipadati ribuan warga yang menyaksikan Pesta Rakyat Bogor Street Fest CGM, Sabtu (8/2/2020).

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Jalan Suryakencana, Kota Bogor, dipadati ribuan warga yang menyaksikan Pesta Rakyat Bogor Street Fest CGM, Sabtu (8/2/2020).

Berdasarkan pantauan Ayobogor.com, pukul 15.00 WIB, kawasan sekitar Vihara Dhanagun menjadi titik favorit kerumunan warga. Mereka berjejer di sepanjang Jalan Suryakencana yang dibatasi oleh pagar besi.

Lokasi sekitar Vihara Dhanagun sendiri memang menjadi pusat acara Bogor Street Fest CGM. Karnaval budaya akan dilepas di kawasan ini. Panggung utama acara dan sejumlah stan terkait acara lainnya juga berada di depan Vihara Dhanagun.

Salah seorang warga, Rina (26), mengaku sudah datang sejak pukul 13.00 WIB di lokasi acara.

"Dari siang jam 14.00-an sudah datang supaya bisa mencari posisi yang enak di panggung utama ini," ujarnya.

Ketua Panitia Bogor Street Fest Arifin Himawan mengatakan, rangkaian acara akan dibuka secara resmi sekira pukul 16.00 WIB yang diawali dengan pembacaan wangsit Siliwangi.

Sementara itu, acara akan menyuguhkan keberagaman kesenian budaya nusantara, tentunya yang menonjol adalah budaya Jawa Barat, salah satunya Musik Bambu dari Sanggar Andika, Angklung dari Komunitas Cinta Berkain, Art Performance dari Pemuda Belong, Sabeungkeutan dari Sekolah Taruna Bangsa, Hadroh dari Pemuda Pulo Geulis, Monolog oleh Kabayan, dan Tari Dayang.

Pembacaan Wangsit Siliwangi, Dance 'Looking Eastward', Tari Tayub, Kie Lin, Purna Paskibraka Indonesia, Mapag Agung, Drumband Chanka Ksatria Bhakti dari PUSDIKZI, Pawai baju adat 34 Provinsi, Formasi Pasukan Pembawa Bendera Pusaka, Nyi Pohaci dari Leuweung Seni Kabupaten Purwakarta, Angklung Gubrag dan Tari Rengkong dari Kabupaten Bogor, Tari Lego-lego dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada juga Rengkak Ayakan dari Gandes Pamantes, Tari Emambo Simbo (Papua) dari Sanggar Etam, Lan Yang Dance (Taiwan), Electric Techno Neon Gods (Taiwan), Tari Mapadendang (Sulawesi Selatan) dari Sanggar Seroja, Siloka Dadali (Kabupaten Bogor) dari Annisa Rumpaka, Tandok (Sumatera Utara) dari Sanggar Getar Muda, Panarat dari Citra Budaya, Egrang (Kabupaten Karawang) dari Sanggar Singa Putra, Lengser Ambu dari Komunitas Lengser Bogor Raya.

Halaman:

Editor: M Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Terpopuler

X