Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

- Minggu, 5 Januari 2020 | 12:02 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya tengah berfoto disamping bunga bangkai amorphophallus titanum yang mekar di Kebun Raya Bogor, Minggu (5/1/2020). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)
Wali Kota Bogor Bima Arya tengah berfoto disamping bunga bangkai amorphophallus titanum yang mekar di Kebun Raya Bogor, Minggu (5/1/2020). (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Bunga bangkai amorphophallus titanum mekar sempurna di Kebun Raya Bogor. Jenis bunga bangkai ini merupakan tumbuhan asli Indonesia, populasinya dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatera.

Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian mengatakan, bunga bangkai termasuk suku talas-talasan sehingga memiliki umbi.

"Umbinya juga berukuran raksasa, beratnya dapat mencapai 117 kilogram. Umbi dari individu yang mekar ini diperoleh dari kerjasama LIPI dengan Kebun Raya Liwa, Lampung,” ujar Hendrian, Minggu (5/1/2020).

Saat ini, sambung Hendrian, habitat amorpophallus banyak mendapat tekanan dan gangguan dari pengambilan ilegal di hutan, kerusakan habitat, penurunan jumlah serangga penyerbuk, serta binatang penebar biji.

Amorphophallus titanum sendiri masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi.

Berdasarkan penelitian para ahli, kelestariannya memerlukan bantuan manusia dalam bentuk pembibitan massal dan cepat, misalnya kultur jaringan, dan diikuti reintroduksi di alam.

Peneliti bunga bangkai Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Dian Latifah mengatakan, amorphophallus titanum berbeda dengan Rafflesia meski keduanya dikenal masyarakat dengan sebutan bunga bangkai.

“Rafflesia merupakan tumbuhan parasit dengan pohon inang tetrastigma spp atau anggur hutan sementara amorphophallus titanum, bunga bangkai yang memiliki fase daun dan fase bunga yang tidak bersamaan," katanya.

Dia mengatakan, fase daun amorphophallus titanum dapat mencapai satu sampai dua tahun. Setelah itu umbi akan memasuki masa istirahat yang lamanya bisa lebih dari satu setengah tahun, setelah itu barulah kemudian armorphopallus akan berbunga.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

X