Terlibat Duel Gladiator, 1 Pelajar Tewas di Bogor

- Senin, 2 September 2019 | 11:31 WIB
Seorang pelajar SMK di Kabupaten Bogor berinsial A (17) tewas usai terlibat perkelahian duel gladiator dengan J (17). Kapolres Bogor AKBP Andy Mohammad Dicky mengatakan, kejadian tersebut terjadi di depan PT.VAKSINDO II, Kampung Baru, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Kamis (22/8/2019), sekira pukul jam 23.30 WIB. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)
Seorang pelajar SMK di Kabupaten Bogor berinsial A (17) tewas usai terlibat perkelahian duel gladiator dengan J (17). Kapolres Bogor AKBP Andy Mohammad Dicky mengatakan, kejadian tersebut terjadi di depan PT.VAKSINDO II, Kampung Baru, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Kamis (22/8/2019), sekira pukul jam 23.30 WIB. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Seorang pelajar SMK di Kabupaten Bogor berinsial A (17) tewas usai terlibat perkelahian duel gladiator dengan J (17).

Kapolres Bogor AKBP Andy Mohammad Dicky mengatakan, kejadian tersebut terjadi di depan PT.VAKSINDO II, Kampung Baru, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Kamis (22/8/2019), sekira pukul jam 23.30 WIB.

AYO BACA : Siaran Televisi Digital Terhambat UU Penyiaran

"Akibat dari perkelahian tersebut korban terkena sabetan celurit di bagian tangan sebelah kanan dan paha kaki sebelah kanan serta kepala, korban meninggal dunia," ujar Dikcky di Mapolres Bogor, Senin (2/9/2019).

Dicky menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat pelaku melakukan komunikasi dengan korban melalui pesan singkat. Mereka membuat janji melakukan duel gladiator di depan PT Vaksindo II.

AYO BACA : Jaringan Internet di Kaltim Akan Sama dengan Jakarta

"Motif dari kasus ini didasari karena dari diri remaja ini ada semacam ingin pembuktian diri dan saling menantang dengan cara yang negatif. Mereka pergi menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi. Setelah bertemu antara korban dan pelaku akhirnya melakukan duel 1 lawan 1 dengan menggunakan alat senjata tajam jenis celurit," jelas Dicky.

Pelaku sendiri, sebut Dicky, akan dikenakan pasal 80 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 351 ayat 1 atau pasal 338 KUHP.

"Pelaku gladiator ini akan bisa dipenjara 7 hingga 15 tahun," kata Dicky.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Terpopuler

X