IPB Bentuk Gugus untuk Selamatkan Sungai Ciliwung

- Minggu, 7 April 2019 | 08:31 WIB
Warga bermain flying fox di aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3/2019). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Warga bermain flying fox di aliran Sungai Ciliwung, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/3/2019). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Seameo Biotrop bersama DPP Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama instansi lainnya membentuk gugus untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung. Kondisi sungai itu telah memantik keprihatinan banyak pihak

Pembentukan gugus ini sebagai bagian dari hasil pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) "Membangun Sinergi dan Kolaborasi Pengelolaan Sungai Ciliwung: Aksi Bersama Gerakan Cinta Ciliwung" di Gedung HA IPB, Jumat (5/4/2019).

Deputi Direktur Administrasi Seameo Biotrop Zulhamsyah Ilham menjelaskan sinergi itu untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung mulai dari hulu di Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat hingga hilir di Teluk Jakarta, dengan panjang sekitar 117 kilometer.

Zulhamsyah Ilham yang juga menjabat Ketua Bidang Hubungan Alumni Antar Perguruan Tinggi, Lembaga non-Pemerintah dan Lembaga Internasional pada Himpunan Alumni (HA) IPB itu, menjelaskan bahwa gugus tersebut akan melakukan perbaikan ataupun pembangunan di wilayah hulu maupun tengah Sungai Ciliwung.

"Sehingga persoalan banjir di tengan ataupun hilir (Ciliwung, red.) bisa teratasi, kalau seandainya daerah atas (Puncak, red.) bisa dikelola dengan baik," katanya kepada awak media.

Lembaga yang terlibat dalam gugus itu, antata lain DPP HA IPB, DPC HA IPB Bogor, ILUNI, Lawalata, Departemen MSP IPB, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Desa Eko Village, Seameo Biotrop.

Selain itu, HIMASPER IPB, HIMAKOVA IPB, LPPM IPB, P4W IPB,PPLH IPB, Konsorsium Save Puncak, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor, BP DAS Ciliwung, Komunitas Sabtuan, dan Badan Litbang Bappeda Kabupaten Bogor.

Kehadiran gugus itu, menurut dia, menjadi pelengkap bagi tim patroli Ciliwung maupun tim naturalisasi Ciliwung yang sudah lebih dahulu terbentuk.

Dia mengatakan sampai sekarang belum ditetapkan komando gugus ada pada pemerintah daerah ataupun secara mandiri. "Kegiatan pertama memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar. Penyadaran masyarakat merawat Sungai Ciliwung," kata Zulhamsyah.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Terpopuler

X