Enny Reno, Korban Puting Beliung Bogor Tewas Saat Beli Takjil Buka Puasa

- Jumat, 7 Desember 2018 | 11:53 WIB
Anak Enny Reno, Azis (20)
Anak Enny Reno, Azis (20)

BOGOR SELATANAYOBOGOR.COM--Suasana duka terlihat di kediaman Enny Reno (45). Kerabat dan tetangga terus berdatangan ke rumahnya di Jalan Bukit Nirwana Raya, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (7/12/2018).

Enny Reno adalah satu-satunya korban meninggal dunia akibat bencana puting beliung melanda Kota Bogor pada Kamis (6/12/2018) sore. Enny tewas tertimpa pohon saat berada di dalam mobilnya di Jalan Lawang Gintung.

Ketika peristiwa nahas yang dialaminya itu Enny ternyata tengah menjalankan ibadah puasa sunah Senin Kamis. Anaknya, Azis (20) mengatakan Enny keluar dari rumah dengan mengendarai mobil bermaksud untuk membeli takjil buat berbuka puasa.

"Tujuan ibu buat beli takjil untuk berbuka puasa, beliau memang lagi puasa, beli takjil buat nenek sama ibu, waktu pulang beliau lewat Lawang Gintung," ujar Azis kepada Ayobogor.com saat ditemui di rumah duka.

Azis mengira ibunya tertimpa pohon karena berada di sisi jalan yang bersebelahan dengan pohon saat melintas di Jalan Lawang Gintung sehingga runtuhan pohon tidak dapat dia hindari.

"Mungkin karena hujan lalu lintas macet pas badai itu dan saat itu mungkin ibu di bawah pohon saat itu ibu kena runtuhan," ujar Azis yang terlihat tegar menceritakan kejadian yang dialami ibunya itu.

Pihak keluarga Aziz pertama kali mengetahui mobil Enny tertimpa pohon dari seorang warga yang menelepon adiknya dengan menggunakan telepon seluler Enny. Saat itu warga menginfokan mobil yang dikendarai ibu mereka ringsek terkena runtuhan pohon.

Setelah mendapatkan info, Azis langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, sang anak yang tengah berkuliah di Universitas Pakuan Bogor itu tak melihat Enny di dalam mobil. Kemudian petugas menginfokan kepada Azis bahwa ibunya dievakuasi ke kantor Palang Merah Indonesia.

"Saya langsung ke tempat ibu yang dibawa ke PMI, setelah saya ke PMI ibu sudah tidak ada, sudah meninggal," ujar Azis.

Sebelum ibunya meninggal, Azis terakhir kali berkomunikasi pada pagi hari, sebelum dirinya berangkat ke kampus. Dalam percakapan itu tak ada firasat yang dia rasakan, begitupun dengan hari-hari sebelumnya.

"Paginya sebelum saya berangkat ke kampus ibu bilang nanya pulang jam berapa. Tidak ada firasat hari-hari biasa saja cuma kata ayah ibu pernah halusinasi lihat bapaknya yang sudah meninggal, cuma itu saja," kata Azis.

Baginya Enny adalah sosok ibu yang amat baik dan pintar bersosialisasi, taat beribadah, rajin mengikuti pengajian di majelis taklim dan selalu membimbing anaknya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta.

"Ibu baik mampu bersosialisasi dengan baik, agamanya kuat banget, dia selalu menyuruh kami melakukan apa yang diperintahkan Rasullullah seperti sholat wajib di masjid dan menjalankan ibadah sunah-sunah lainnya," ujar Azis.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Terpopuler

X