Kolaborasi Musik dengan Sulap Ala Seniman Jalanan Kota Bogor

- Sabtu, 23 Desember 2017 | 21:37 WIB

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Kolaborasi musik dengan tari sudah menjadi hal yang biasa tapi bagaimana dengan kolaborasi musik dengan sulap, mungkin ini menjadi suatu hal yang jarang terlihat. Pertunjukan itulah yang ditampilkan oleh sekelompok peseni jalanan Kota Bogor pada saat mereka manggung di acara pelantikan PAMMI Kota Bogor.

Penampilan para peseni jalanan yang tergabung dalam Ikatan Peseni Jalanan alias IPJ Kota Bogor itu bukan hanya kreatif dan inovatif tapi juga memukau. Puluhan bahkan mungkin ratusan pasang mata yang hadir di acara pelantikan Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) itu tak henti-hentinya berkedip melihat peseni jalanan saat manggung, begitu juga decak kagum sesekali terdengar dari mulut para penonton.

Penampilan peseni jalanan di arena panggung GOR Pajajaran Kota Bogor itu bermula sesaat setelah Wakil Wali Walikota Bogor, Usmar Hariman memberikan kata sambutan dan doanya untuk pengurus PAMMI. Usai Usmar turun dari panggung kemudian enam orang personel peseni jalanan yang lengkap dengan alat-alat musiknya masing-masing menaiki panggung.

Setiba di panggung, mereka lantas tidak langsung memulai aksi panggungnya lantaran sang pembawa acara yang juga penasaran dengan kolaborasi musik dengan sulap melontarkan beberapa pertanyaan terlebih dahulu kepada mereka. Diantara pertanyaan yang keluar dari mulut si MC adalah tentang sejak kapan IPJ ini ada.

Dedi Ewan, Yang merupakan salah satu tetua IPJ Kota Bogor menjawab bahwa IPJ sudah lama hadir di Kota Hujan. "Kita sudah terbentuk sejak tahun 1986," kata Dedi Ewan. Usai dilontarkan beberapa pertanyaan oleh MC, para penonton yang telah penasaran akan kolaborasi lagu dengan sulap yang dibawakan oleh IPJ, akhirnya bisa menikmati kolaborasi mereka.

Petikan suara gitar, bass, ukulele dan gebukan gendang yang seirama mulai terdengar. Penampilan mereka terlihat sederhana persis sama seperti saat mereka beraksi di jalanan, namun bukan itu yang menjadi perhatian melainkan kolaborasi musik dengan sulap lah yang ditunggu para penonton.

Para personel grup IPJ yang tampil saat itu berjumlah enam orang. Empat personel bertugas memainkan alat musik, sementara dua orang lainnya bertugas sebagai vokalis dan salah satunya adalah pesulap. Dikalangan IPJ, si pesulap dikenal dengan sebutan Mr. Balap.

Gaya berpakaian Mr. Balap agak sedikit berbeda dengan personel lainnya. Ia terlihat menggunakan blazer, kaos, celana, sepatu dan topi yang serba hitam. Gaya tersebut membuat dirinya seolah-olah tampak seperti pesulap kelas wahid yang telah malang melintang di dunia sulap.

Dalam aksinya Mr. Balap berada di depan para personel lainnya. Sambil menenteng sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang berwarna hitam ia memulai aksi sulapnya. Melalui kotak itu Mr. Balap mengeluarkan beberapa benda yang akan dia sulap untuk menghilang atau berpindah tempat dari kotak hitam yang ia pegang.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X