Museum Tanah Bogor Kembali Dibuka

- Selasa, 5 Desember 2017 | 19:16 WIB
Museum Tanah Indonesia, Jalan Ir. H. Djuanda, Bogor. (AyoBogor/Hengky Sulaksono)
Museum Tanah Indonesia, Jalan Ir. H. Djuanda, Bogor. (AyoBogor/Hengky Sulaksono)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Setelah sekian lama tak terdengar, Museum Tanah Indonesia yang berlokasi di Jalan Insinyur Haji Djuanda, Kota Bogor resmi kembali dibuka untuk publik, Selasa (5/12/2017) siang.

Seturut namanya, museum ini merupakan sarana edukasi bagi para pelajar maupun masyarakat sekitar umum untuk lebih mengenal berbagai jenis, karakter, dan manfaat tanah.

Soft launching Museum Tanah tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono dan pengunjung lainnya. Sebelum kegiatan dimulai, para pengunjung berkesempatan melihat-lihat koleksi Museum Tanah di Gedung A sebagai ruang display utama museum.

Kepala Perpustakaan dan Penyebaran Informasi Teknologi Pertanian Kementan, Gayatri K. Rana mengatakan, Gedung Museum Tanah direnovasi sejak tahun 2015.  Renovasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi bangunan tanpa merubah keadaan asli bangunan tersebut.

Renovasi yang dilakukan juga tetap mempertahankan dua gedung heritage yang dimiliki museum. Seperti keadaan semula, Museum Tanah memiliki empat ruangan yang dilengkapi satu ruang fasilitas umum.

"Untuk koleksinya sendiri cukup banyak beberapa diantaranya, monolith tanah, peta sumber daya lahan, biodiversitas organisme tanah, diorama ekosistem, soil test kit, dan yang lainya,” kata Gayatri.

Sejarah singkat Museum Tanah Bogor tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian tanah di Indonesia yang dimulai sejak Belanda dengan didirikannya Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek atau Laboratorium untuk Perluasan Pengetahuan Tentang Tanah pada tahun 1905.

Tahun 1974, laboratorium tersebut berganti menjadi Lembaga Penelitian Tanah bergabung dalam satu wadah yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Selang 14 tahun kemudian, tepatnya 29 September 1988 Kementan bekerja sama dengan International Soil Regerence and Information Centre (ISRIC) Wageningen Belanda mendirikan Museum Tanah.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Terpopuler

X