Sejarah Kota Bogor Bakal Didigitalisasi

- Kamis, 8 Juni 2017 | 17:04 WIB
Ilustrasi. (i-Scoop)
Ilustrasi. (i-Scoop)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde alias KITLV Universitas Leiden bakal melakukan digitalisasi arsip sejarah Kota Kujang yang tersimpan di negeri kincir angin.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan digitalisasi sejarah ini penting dan mendesak dilakukan. Pasalnya, banyak dari babak sejarah di Kota Bogor yang hingga kini masih belum jelas terungkap secara rinci.

Padahal, katanya, Kota Bogor memiliki keunggulan sejarah yang banyak dari mulai jaman kerajaan Pajajaran ataupun Indonesia Modern dibandingkan dengan kota lain di Jabodetabek.

“Seperti kerajaan Pakuan Pajajaran yang sampai saat ini letak kerajaannya masih simpang siur hingga tokoh-tokoh nasionalis-religius yang ada di Kota Bogor,” kata Bima, Kamis (8/6/2017).

Bima menyebut, di Perpustakaan Leiden tersimpan banyak buku manuskrip sejarah Kota Bogor yang bisa melengkapi sejarah Kota Bogor. Ia mencatat terdapat setidaknya 3.000 literatur sejarah Bogor berbentuk naskah, foto, maupun peta yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.

“Pemkot Bogor menyepakati untuk membangun kerja sama dengan Leiden dengan saling bertukar informasi. Kami akan membentuk tim khusus dari sejarawan, akademisi dan komunitas untuk riset dokumen yang ada di Bogor dengan Leiden,” katanya.

Direktur KITLV Leiden Jakarta, Marrik Bellen mengaku siap melakukan kolaborasi digitalisasi sejarah kota hujan tersebut. “Kami akan membantu mencarikan manuskrip sejarah Bogor sesuai yang diinginkan Wali Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menuturkan, proyek ini merupakan bagian dari program digitalisasi Leiden di Indonesia yang bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

“Tujuannya semua manuskrip yang sebelumnya hanya tersimpan di perpustakaan bisa dibuka dan dibaca semua orang di manapun dan kapanpun melalui website. Tujuan akhirnya apa yang dimiliki terbuka bagi semua orang hanya bermodal internet saja,” kata dia.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X