Hati-Hati Beli Kendaraan Bodong Bisa Dipolisikan

- Jumat, 26 Mei 2017 | 17:53 WIB
Sepeda Motor Bodong Hasil Curian. Dokumen Polres Bogor
Sepeda Motor Bodong Hasil Curian. Dokumen Polres Bogor

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Penjualan kendaraan bermotor bodong yang dinilai masih diminati membuat peredaran barang ilegal ini sulit dikendalikan. Peredaran kendaraan bodong yang notabene didominasi barang hasil curian ini juga dinilai membuat praktik curanmor sulit diredam lantaran para pelaku dapat dengan mudah mendapat keuntungan daru barang curian.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Mochanmad Dicky Pastika Gading memperingatkan semua pihak untuk tidak membeli kendaraan bodong yang bisa jadi hasil curian. Jika ditemukan, tak menutup kemungkinan pembeli kendaraan bodong tersebut bakal dipolisikan.

"Pesannya kita sampaikan kepada masyarakat bahwa penggunaan motor curian, yang kita kenal dengan motor bodong, itu adalah pelanggaran hukum," kata Dicky di Markas Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (26/5/2017).

Ia mengatakan, polisi bisa menggunakan Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penadahan untuk menjerat siapapun yang kedapatan membeli dan menggunakan kendaraan bodong.

"Jadi nanti apabila kita temui ada kendaraan yang tidak dilengkapi surat-suratnya, setelah kita telusuri kendaraan tersbut dalam kondisi dicuri atau dilaporkan dicuri, maka penggunanya akan mempertanggung jawabkannya. Apakah dia sebagai pelaku pencurian atau penadah," katanya.

Upaya tersebut, kata Dicky, dilakuakan untuk menekan angka curanmor. Sebabnya, ia menilai tekanan terhadap pasar peredaran curanmor bakal meredam angka pencurian yang terjadi di lapangan.

"Kalau pasarnya tidak ada, otomatis curanmor itu akan juga berkurang. Untuk menekan pasarnya bagaimana? Ya pengguna-pengguna dari motor bodong ini akan kita tertibkan. Sehingga secara tidak langsung permintaan terhadap motor bodong itu akan berkurang, dan curanmor itu kemudian akan menghilang dengan sendirinya," kata dia. (Hengky Sulaksono)

 

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X