Delapan Orang Sindikat Curanmor Diamankan Polisi

- Jumat, 26 Mei 2017 | 16:00 WIB
Delapan orang sindikat curanmor diamankan di Polres Bogor, Jum'at (26/5). (Dok. Humas Polres Bogor)
Delapan orang sindikat curanmor diamankan di Polres Bogor, Jum'at (26/5). (Dok. Humas Polres Bogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Delapan orang yang diduga terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Bogor diamankan aparat kepolisian. Polisi berhasil menciduk sindikat pencuri tersebut dalam kurun dua hari.
Berdasarkan catatan kepolisian, kedelapan orang tersebut berinisial FF, AA, SY, IM, AF, SD, DA, dan AZ. Kedelapan orang tersbut dituding telah terlibat dalam sejumlah aksi curanmor di beberapa titik operasi.
Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan, penangkapan terhadap sindikat ini bermula dari laporan yang diterima aparat kepolisian. Polres Bogor lantas melakukan pengejaran terhadap sindikat yanh dinilai meresahkan ini.
"Modus operasinya menggunakan kunci palsu, dan mengambil (motor) yang di rumah-rumah," kata Dicky kepada wartawan di Markas Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (26/5/2017) siang.
Selain menggondol sepeda motor yang terparkir di dalam rumah, sindikat ini juga kerap melarikan motor yang terparkir di pinggir jalan. Dicky mengatakan, sindikat ini melakukan aksinya di kawasan Bogor dan Jakarta.
"Ada yang di Jakarta, ada yang di Bogor. Biasa mereka main, ngambil di Bogor, jual di luar Bogor. Ngambil di luar Bogor, jual di luar Bogor," ujar Dicky.
Dia mengatakan, empat dari delapan orang sindikat ini berperan sebagai pemetik, sementara empat orang sisanya disebut menadah hasil curian.
"Kali ini kita tidak saja hanya memproses terhadap pemetiknya, tapi kita melakukan proses terhadap penadahan dan penggunanya," kata dia.
Sementara itu, arang bukti berupa 10 unit sepeda motor hasil curian diamankan kepolisian di Mapolres Bogor. Empat pelaku pencurian diancam Pasal 363 KUHP. Sedangkan empat orang penadah barang curian dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun kurungan.
(Hengky Sulaksono)

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Terpopuler

X