Jelang Ramadan, Polisi Gerebek Bandar Togel di Bogor

- Jumat, 26 Mei 2017 | 13:22 WIB
Jajaran Kepolisian Resor Bogor mengamankan dua orang bandar togel berinisial YT dan MS selepas melakukan penggerebekan di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, jelang bulan Ramadan.
Jajaran Kepolisian Resor Bogor mengamankan dua orang bandar togel berinisial YT dan MS selepas melakukan penggerebekan di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, jelang bulan Ramadan.

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Jajaran Kepolisian Resor Bogor mengamankan dua orang bandar togel berinisial YT dan MS selepas melakukan penggerebekan di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, jelang bulan Ramadan.

Catatan kepolisian, YT ditangkap di Kelurahan Puspanegara sementara MS dicokok di Kelurahan Citereup. Penggerebekan yang dialkuakan Rabu (24/5/2017) petang tersebut bermula dari laporan warga yang merasa curiga dengan keberadaan bandar togel.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan YT dan MS menjual kupon-kupon togel terhadap para klirn yang telah berlangganan.

"Mereka tinggal berkomunikasi. Pemesanannya bisa lewat ponsel, kemudian bisa juga langsung datang untuk mengambil kupon togelnya," kata Dicky di Markas Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (26/5/2017) siang.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah alat bantu, termasuk buku tafsir mimpi, yang digunakan untuk memprediksi angka yang bakal keluar saat pengundian kupon.

Dicky mengatakan, YT dan MSmenjanjikan sejumlah uang dengan besaran bervariasi terhadap pemenang undian. Nominal uang yang diperoleh, kata Dicky, bergantung pada deretan angka kupon yang dicocokkan dengan angka dalam undian.

Hasil penjualan kupon tersebut, kata Dicky, bandar bisa memperoleh keuntungan tak sedikit setiap harinya. "Untuk omsetnya bisa menacapai Rp2 jutaan setaip hari," kata dia.

Selain buki tagsir mimpi, kepolisian juga mengamankna sejumlah barang bukti lain berupa sejumlah berkas berisi nomor togrl, kupon togel, lima unit ponsel, dan uang tunai senilai Rp1,8 juta.

Lantaran perbuatannya, keduanya dijeray dengan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman kurungan empat tahun penjara.(Hengky Sulaksono)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Terpopuler

X