Pelakon Video Parodi Poligami Arifin Ilham Diultimatum dan Diancam Dipolisikan

- Kamis, 25 Mei 2017 | 15:11 WIB
(Instagram @km_m_arifin_ilham)
(Instagram @km_m_arifin_ilham)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Video parodi pandangan penceramah kondang, Muhammad Arifin Ilham tentang poligami yang beredar luas di internet menuai kontroversi. Tim Penasihat Hukum Majelis Az-Zikra, pimpinan Arifin, mengultimatum enam pemuda yang melakukan parodi untuk meminta maaf.

Lewat video yang diunggah di laman Facebook Jamaah Majelis Az Zikra, tim penasihat hukum memberi waktu hingga Jumat (26/5/2017) esok, maksimal waktu ashar, agar para pemuda yang melakukan parodi meminta maaf dengan mendatangi langsung Majelis az-Zikra.

"Sehubungan dengan telah beredarnya video viral yang menghina dan melecehkan materi dakwah dari guru kami, Ustad Muhammad Arifin Ilham, maka dengan ini kami dari umat Islam dan Tim Penasehat Hukum Majelis az-Zikra, memberikan ultimatum pada Anda untuk datang dan meminta maaf kepada kami," kata salah seorang penasihat hukum, Adang Ruhiyat, dalam video yang diunggah Selasa (23/5/2017) tersebut.

Dalam video berdurasi 2 menit 14 detik tersebut, Adang merinci beberapa alasan soal dikeluarkannya ultimatum tersebut. Adang memandang video parodi tersebut telah menghina keyakinan agama Islam, menghina Arifin secara personal, dan telah menjadikan kalimat takbir sebagai bahan tertawaan.

Video parodi yang dimaksud, beredar dalam dua versi. Versi pertama dilakoni tiga orang lelaki, sementara versi kedua diperankan seorang pria dan dua orang perempuan. Dalam video versi kedua inilah para pelakon yang tampak masih remaja ini tak kuasa menahan tawa selepas menduplikasi kalimat takbir dalam video Arifin.

"Kalimat takbir tersebut adalah kalimat yang sangat diagungkan oleh umat Islam. Sehingga dalam hal ini sama dengan menghina Allah, tuhannya umat Islam," katanya.

Di akhir video, Adang meminta agar pelakon video tersebut betul-betul memperhatikan ultimatum yang dilontarkan Majelis az-Zikra. Jika mereka tak segera meminta maaf dan menghadap ke Majelis az-Zikra, para pemuda ini diancam bakal dipolisikan.

"Apabila dalam waktu yang telah ditentukan anda tidak datang atau tidak mengindahkan ultimatum ini, maka akan kami kejar Anda kemanapun secara hukum," ujar Adang.

Dikonfirmasi terpisah, Kepla Sub Bagian Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Ita Puspita Lena mengaku belum mengetahui soal ada tidaknya laporan terkait video parodi tersebut. "Saya belum tahu," kata Ita melalui pesan singkat, Kamis (25/5/2017).

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Terpopuler

X