Konferensi Penulis Cilik, Bawakan Semangat Toleransi

- Rabu, 24 Mei 2017 | 13:44 WIB
Helatan Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017 bakal membawakan semangat toleransi. Konferensi tahunan penerbit Mizan ini sekaligus menandai usianya yang menginjak satu dekade.
Helatan Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017 bakal membawakan semangat toleransi. Konferensi tahunan penerbit Mizan ini sekaligus menandai usianya yang menginjak satu dekade.

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Helatan Konferensi Penulis Cilik Indonesia 2017 bakal membawakan semangat toleransi. Konferensi tahunan penerbit Mizan ini sekaligus menandai usianya yang menginjak satu dekade.

Ketua Pelaksana Satu Dekade KPCI, Mida Ru’yati Laila mengatakan pertemuan penulis cilik ini bertujuan untuk mengembangkan dunia literasi dan kesusasteraan di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak.

Ia menuturkan, napas toleransi juga bakal berembus dalam gelaran konferensi akbar ini. Napas tersebut, kata Mida, direpresentasikan melalui tema 'Indahnya Persahabatan dalam Keberagaman'.

"Kita ingin membawa napas toleransi dan semangat keberagaman pada anak sejak
dini," kata Mida, Rabu (24/5/2017) melalui keterangan resmi.

Ia menambahkan, Mizan juga menggelar berbagai rangkaian perlombaan dalam menyambut udianya yang menjelang satu dekade, antara lain lomba cipta syair, cipta pantun, dan mendongeng. "Gelaran Satu Dekade KPCI ini merupakan momen spesial sepuluh tahun penyelenggaraan KPCI," katanya.

Sejak 2008, penerbit Mizan telah melaksanakan KPCI. Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan penulis dan pembaca Seri Buku Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) agar dapat saling bertukar ide dan mendapat pelatihan menulis dari tim Redaksi Mizan.

Pada 2010, Mizan melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kemudian pada 2011, KPCI dihadiri oleh peserta dari seluruh wilayah di Indonesia.

Hingga kini, tidak kurang dari 1.500 siswa Sekolah Dasar telah mengikuti gelaran KPCI. Tahun 2015 lalu, Nadia Shafiana, Penulis "Kecil-kecil Punya Karya" yang merupakan salah satu peserta KPCI, berhasil membuat sejarah sebagai Penulis Termuda yang hadir dalam perhelatan pameran buku tertua dan terbesar dunia: Frankfurt Book Fair.

"Mizan akan terus berusaha melahirkan penulis berbakat Indonesia melalui acara-acara berkualitas, seperti KPCI. Serta dengan bangga akan menunjukkannya pada dunia," kata dia.

Selain menghadirkan kompetisi sastra tingkat nasional dan konferensi penulis anak, Satu Dekade KPCI juga mempunyai banyak agenda pre-event diantaranya: Kompetisi menulis tingkat nasional bertajuk “KKPK Writing Marathon”; Roadshow ke sepuluh kota besar di Indonesia yaitu: Yogyakarta, Magelang, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, Jakarta, Pontianak, Denpasar dan Jayapura; serta pemecahan rekor MURI yang melibatkan anak-anak dan penulis
di KPCI.

Tak hanya itu, Satu Dekade KPCI juga menggelar aksi gerakan sosial berbagi buku untuk anak-anak di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Gerakan yang diberi nama KKPK Reading Movement #KKPKuntukIndonesia ini bertujuan untuk mengasah kepekaan anak-anak dan membangun jiwa berbagi. Selain itu, gerakan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan budaya literasi anak bangsa.(Hengky Sulaksono)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Terpopuler

X