Lima Kabupaten Menandatanganni Kerja Sama Informasi Geospasial dengan BIG

- Selasa, 23 Mei 2017 | 16:55 WIB
Ki-ka: Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sekretaris Utama BIG Titiek Suparwati, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka. Hengky Sulaksono/AyoBogor.
Ki-ka: Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sekretaris Utama BIG Titiek Suparwati, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Puspaka. Hengky Sulaksono/AyoBogor.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Lima kabupaten menandatangani perjanjian kerja sama informasi geospasial bersama Badan Informasi Geospasial di Aula Utama Kantor BIG Cibinong, Kabupaten Bogor. Selasa (23/5/2017).

Empat dari lima kabupaten tersebut berasal dari Provinsi Bali, antara lain Buleleng, Badung, Klungkung, dan Tabanan. Sementara satu lainnya yakni Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah positif mengingat ketersediaan informasi geospasial amat penting dan dibutuhkan pemerintah daerah.

Ia menuturkan, informasi geospasial dibutuhkan pemerintah sebagai bahan pertimbangan untuk merancang pembangunan infrastruktur daerah. Lewat penandatangan kerja sama ini, BIG membantu pemda setempat menyediakan simpul jaringan informasi geospasial di kabupaten kota.

"Untuk berbagi pakai informasi, kita pakai simpul jaringan. Jadi, kalau bisa, informasi geospasial di Indonesia itu semua mengalir dengan baik, di kementerian/lembaga, pemerintah daerah, maupun provinsi," kata Hasanuddin, Selasa (23/5/2017).

Selain membantu dalam perencanaan pembangunan, informasi geospasial juga diperlukan untuk kepentingan mitigasi bencana. Informasi geospasial juga disebut dapat mereduksi kemungkinan konflik lahan yang disebabkan keterbatasan informasi peta luasan lahan.

Kendati demikian, dari total 600-an simpul jaringan yang diperlukan, informasi geospasial belum terkoneksi. Catatan BIG, baru terdapat 28 lembaga/kementerian yang menggunakan informasi geospasial, di level provinsi terdapat 21 provinsi.

"Di kabupaten/kota, baru ada 21 dari 514. Jadi masih ada banyak masalah. Tapi BIG masih akan berusaha untuk mewujudkan koneksitas daerah," kata dia. (Hengky Sulaksono)

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X